Kesehatan Menstruasi Remaja Masih Jadi Tantangan di Indonesia
Clark Softex Indonesia bersama Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation menjalankan program HER WAY untuk memberikan edukasi dan dukungan kesehatan menstruasi, kesehatan ibu, dan kesehatan mental dengan target menjangkau lebih dari satu juta perempuan dan anak perempuan dalam dua tahun di Tangerang, Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi. Program ini diperkuat melalui kampanye digital, edukasi berbasis sekolah, dan pelibatan komunitas untuk mendukung pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas 2045.
Poin-Poin Utama
- UNESCO menyatakan keterbatasan akses kebutuhan menstruasi menjadi alasan utama jutaan remaja perempuan di seluruh dunia putus sekolah.
- Forum Ekonomi Dunia menegaskan investasi pada kesehatan perempuan memberikan manfaat besar bagi kesehatan seluruh masyarakat.
- Kimberly-Clark Softex Indonesia bermitra dengan Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation menjalankan program HER WAY.
- HER WAY merupakan singkatan dari Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman.
- Program HER WAY diperkenalkan pada 2025.
- Program HER WAY dijalankan di Tangerang, Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi.
- Program HER WAY berfokus pada dukungan kesehatan perempuan mulai masa remaja hingga kehamilan dan masa awal menjadi ibu.
- Kolaborasi HER WAY ditargetkan memberikan dampak positif kepada lebih dari satu juta perempuan, anak perempuan, dan bayi dalam dua tahun pelaksanaan.
- Program HER WAY selaras dengan upaya pemberdayaan perempuan menuju Indonesia Emas 2045.
- Kimberly-Clark Softex memiliki komitmen global memberikan dampak positif kepada satu miliar jiwa pada 2030.
- Pada 2026 cakupan HER WAY diperkuat melalui kampanye digital dan edukasi berbasis sekolah.
- Pada 2026 cakupan HER WAY diperkuat melalui kelas untuk para ibu dan sesi peer-to-peer.
- Febrina Herlambang menjabat sebagai Head Communications dan Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia.
- Tantangan kesehatan perempuan di Indonesia meliputi keterbatasan informasi, stigma, dan minimnya ruang untuk membicarakan kesehatan menstruasi secara terbuka.
- Peningkatan kesehatan menstruasi membutuhkan kolaborasi yang kuat dan edukasi berkelanjutan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.