Beranda Jumat, 25 September 2026

!online

Berita Netral

Mendorong Operasi SAR Dibuka Lagi Pascatemuan 1 Jenazah ABK Arupadhatu

Jumat, 25 September 2026, 07:08 WIB Sumber: Liputan6
Ukuran:

Setelah jenazah Surakman (60), salah satu kru kapal Arupadhatu 1, dikonfirmasi melalui tes DNA pada 23 September 2026 sebagai kecocokan mutlak dengan sampel keluarga, PFI Pusat secara resmi meminta Basarnas membuka kembali operasi SAR gabungan untuk mencari tujuh korban lainnya yang masih hilang, termasuk lima jurnalis foto. Basarnas menyatakan belum akan membuka kembali operasi SAR khusus karena telah mengalihkannya menjadi operasi kesiapsiagaan atau rutin yang disesuaikan dengan sektor masing-masing, bukan membatalkan pencarian sepenuhnya.

Poin-Poin Utama

  • Kapal Arupadhatu 1 hilang kontak di Selat Sunda pada Senin, 7 September 2026.
  • Operasi SAR Gabungan dibuka segera setelah laporan hilangnya kapal.
  • Pencarian meliputi wilayah Banten, Lampung, hingga Bengkulu.
  • Sebanyak 24 alut dikerahkan, meliputi KRI, Kapal Basarnas, Kapal Polairud, dan helikopter.
  • Operasi pencarian resmi dihentikan Basarnas pada 17 September 2026 setelah 10 hari tanpa hasil.
  • Mayat ditemukan warga setempat di Sawang Bengkok, Desa Kahpayu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September 2026.
  • Lokasi penemuan berjarak sekitar 350 kilometer dari titik awal hilangnya kapal di Selat Sunda.
  • Hasil tes DNA pada 23 September 2026 mengonfirmasi jasad tersebut adalah Surakman (60), salah satu kru kapal.
  • Sampel DNA dicocokkan dengan anak kandung almarhum, Yayat Suryadi.
  • Tujuh korban masih berstatus hilang, meliputi 2 kru kapal dan 5 jurnalis foto.
  • Kelima jurnalis foto yang hilang adalah Yudistiro Pranoto, Donal Husni, Arie Basuki, Firdaus Wajidi, dan Muhammad Bagus Khoirunas.
  • PFI Pusat secara resmi meminta Basarnas membuka kembali Operasi SAR Gabungan.
  • PFI meminta penyisiran difokuskan di radius ditemukannya jenazah dan jalur perairan arah Selat Sunda menuju Enggano.
  • Basarnas menolak membuka kembali operasi SAR khusus dan mengalihkannya menjadi operasi kesiapsiagaan atau operasi rutin.
  • Keluarga korban jurnalis memohon pemerintah melanjutkan operasi pencarian demi kepastian.
Tagar Terkait
#selat sunda#basarnas#dpr#pfi#arupadhatu 1#pencarian jurnalis hilang#operasi sar gabungan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.

Buka Sumber di Liputan6

Warta Terkini Lainnya