Beranda Sabtu, 26 September 2026

!online

Internasional Netral

Iran Tawarkan Pembukaan Kembali Selat Hormuz dalam Tujuh Hari

Sabtu, 26 September 2026, 06:06 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengajukan proposal kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu satu minggu, dengan syarat yang telah tertuang dalam nota kesepahaman bertingkat 14 poin yang ditandatangani pada Juni lalu. Penutupan selat yang merupakan jalur dua puluh persen pasokan minyak dan liquefied natural gas dunia ini terjadi sebagai pembalasan Iran atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, yang kini mulai berdampak pada fluktuasi harga energi global. Araghchi menegaskan Iran tidak akan menerima paksaan atau intimidasi, sementara Amerika Serikat menyatakan diskusi positif sedang berlangsung melalui mediator terkait isu-isu nuklir.

Poin-Poin Utama

  • Iran mengajukan proposal kepada Amerika Serikat untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
  • Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut di markas PBB, New York, pada 25 September 2024.
  • Pembukaan kembali selat bergantung pada terpenuhinya syarat dalam nota kesepahaman.
  • Nota kesepahaman ditandatangani pada 18 Juni untuk memperpanjang gencatan senjata.
  • Nota kesepahaman runtuh akibat serangan lanjutan setelah penandatanganannya.
  • Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari.
  • Iran membalas dengan menyerang pangkalan Amerika Serikat di Teluk dan sekutunya.
  • Iran memblokade Selat Hormuz sebagai pembalasan atas serangan tersebut.
  • Dua puluh persen pasokan minyak dan LNG dunia melewati Selat Hormuz.
  • Nota kesepahaman terdiri dari empat belas poin yang dirancang untuk mengakhiri permusuhan.
  • Iran berkomitmen tidak akan pernah memiliki senjata nuklir berdasarkan nota kesepahaman.
  • Amerika Serikat, Iran, dan sekutu mengakhiri operasi militer di semua lini.
  • Nota kesepahaman mencakup penghentian blokade angkatan laut Amerika Serikat dan pemberian keringanan sanksi.
  • Iran menjamin keamanan kapal komersial di Selat Hormuz berdasarkan nota kesepahaman.
  • Donald Trump mengancam akan memusnahkan Republik Islam dalam pidatonya di Majelis Umum PBB.
Tagar Terkait
#iran#amerika serikat#selat hormuz#donald trump#perang#diplomasi#konflik timur tengah#blokade#mou#abbas araghchi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya