Beranda Sabtu, 26 September 2026

!online

Kesehatan Netral

Beban Kanker Kian Meningkat secara Global

Sabtu, 26 September 2026, 07:05 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Beban kanker secara global terus meningkat dengan prediksi 34,4 juta kasus baru pada 2025, meningkat 67 persen dari 20,6 juta kasus pada 2024. Sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut akibat lemahnya deteksi dini, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia yang hanya 20 persen kasus terdeteksi lebih awal. Padahal 38 persen kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko seperti rokok, alkohol, kurang aktivitas fisik, dan pola makan tidak sehat.

Poin-Poin Utama

  • Beban ekonomi global akibat kanker diprediksi mencapai 25,2 triliun dolar pada periode 2020-2050.
  • Pada 2024 terdapat 20,6 juta kasus kanker baru di dunia dengan hampir 10 juta kasus kematian.
  • Kasus kanker baru pada 2025 diprediksi meningkat 67 persen menjadi 34,4 juta kasus.
  • Kematian akibat kanker pada 2025 diprediksi naik 79 persen menjadi 17,5 juta.
  • Kasus kanker dini pada usia di bawah 50 tahun pada 2019 tercatat 3,26 juta, naik 79,1 persen dari 1990.
  • Kanker paru-paru, payudara, usus besar dan rektum, serta prostat merupakan jenis kanker paling umum.
  • Kanker paru-paru terdiagnosis hampir 2,5 juta kasus baru tiap tahun dengan 1,8 juta kematian annually.
  • Paparan rokok berkontribusi 71 persen pada kematian akibat kanker paru-paru.
  • Paparan polusi udara berkontribusi 29 persen pada kematian akibat kanker paru-paru.
  • Sekitar 50 persen kasus kanker di dunia terdeteksi pada tahap awal.
  • Di Indonesia hanya sekitar 20 persen kasus kanker terdeteksi pada tahap awal.
  • Sebanyak 38 persen kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko.
  • Sebanyak 81 persen negara memiliki rencana pengendalian kanker nasional.
  • Kurang dari 10 persen negara memberikan pendanaan penuh untuk rencana pengendalian kanker.
  • Deklarasi Pengendalian Kanker Dunia 2025-2035 menargetkan penurunan 25 persen angka kematian global akibat kanker.
Tagar Terkait
#who#kanker#deteksi dini#kesehatan global#uicc#pengendalian kanker#world cancer congress
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya