Di Sidang Umum PBB, RI Tegaskan Tetap Berdiri Bersama Palestina
Menteri Luar Negeri Sugiono dalam Sidang Umum PBB menegaskan Indonesia tetap berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak mereka terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka terwujud berdasarkan solusi dua negara. Ia menyatakan pelanggaran hukum internasional di Gaza dan Tepi Barat menjadi ujian bagi nurani dunia dan komitmen multilateralisme PBB. Selain itu, Sugiono menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Sekretaris Jenderal António Guterres selama satu dekade terakhir.
Poin-Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Sugiono berbicara dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat.
- Indonesia tetap berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak-hak mereka terpenuhi.
- Hukum internasional harus ditegakkan secara konsisten, kedaulatan harus dihormati, dan kolonialisme harus diakhiri.
- Pelanggaran hukum internasional terjadi di Gaza dan Tepi Barat.
- Sugiono membandingkan situasi saat ini dengan dunia pra-1945 sebelum Piagam PBB.
- Indonesia pernah berjuang melawan kolonialisme saat hukum internasional lemah.
- Indonesia memberikan dukungan konsisten bagi rakyat Palestine sampai mereka menentukan masa depan sendiri.
- Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat akan terwujud berdasarkan solusi dua negara.
- Palestina menjadi ujian bagi sistem multilateral PBB.
- Sekretaris Jenderal António Guterres memimpin PBB di masa penuh tantangan.
- Tantangan yang dihadapi termasuk perang, pandemi global, darurat kemanusiaan, dan transformasi teknologi.
- Indonesia menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Guterres selama satu dekade.
- PBB terus menyediakan platform penting bagi dialog dan penyelesaian masalah secara kolektif.
- Sekjen PBB berikutnya harus menegakkan Piagam PBB dan memperkuat organisasi.
- Kepemimpinan efektif harus disertai komitmen penuh dari negara-negara anggota.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.