Persaingan AI Menguat, China Ingin Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN
AI Nasional China-ASEAN dan Pusat Kerja Sama Inovasi AI China, serta mengincar negara-negara ASEAN lainnya untuk bergabung dengan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia yang didirikan di Shanghai pada Juli 2026. Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap perkembangan AI, China dan AS juga sepakat membentuk Dialog AI China-AS serta saluran komunikasi bilateral untuk menangani insiden terkait AI.
Poin-Poin Utama
- China mendorong kerja sama AI dengan ASEAN melampaui perdagangan dan penggunaan produk teknologi.
- China menawarkan penguatan kerja sama yang mencakup pengembangan inovasi, talenta, dan kolaborasi antarindustri AI.
- Konselor Kementerian Luar Negeri China Wang Xiaolong menyatakan kerja sama teknologi AI merupakan lini terdepan kerja sama antarnegara saat ini.
- China telah mendirikan Pusat Kerja Sama Aplikasi-AI Nasional China-ASEAN.
- China juga mendirikan Pusat Kerja Sama Inovasi AI China.
- Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia didirikan di Shanghai pada Juli 2026.
- Tujuh negara ASEAN telah bergabung dengan organisasi tersebut sebagai anggota pendiri.
- Wang Xiaolong menyebut tantangan terbesar bagi kerja sama AI adalah adanya intervensi dari pihak luar.
- Beberapa negara mendorong pembentukan blok-blok eksklusif untuk menjadikannya sebagai wadah konfrontasi geopolitik.
- Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu pada 23-25 September 2026 di Amerika Serikat.
- Pertemuan kedua kepala negara menghasilkan delapan hasil konkret serta kesepahaman.
- China dan Amerika Serikat sepakat membentuk Dialog AI China-Amerika Serikat.
- Kesepakatan pengurangan tarif timbal balik bernilai 30 miliar dolar AS dicapai dalam pertemuan tersebut.
- China dan Amerika Serikat sepakat membentuk saluran komunikasi bilateral untuk menangani insiden terkait AI.
- Pertemuan Dialog AI China-Amerika Serikat berikutnya dijadwalkan pada November 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.