El Nino Sangat Kuat, Karhutla di Jabar Meluas dan Jutaan Warga Krisis Air
Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat meningkat drastis menjadi 665,28 hektar akibat fenomena El Nino yang sangat kuat, dengan 404 kejadian di 276 desa tersebar di 21 kabupaten dan kota. Sementara itu, 1,1 juta warga mengalami krisis air bersih akibat terdampak kekeringan pada musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih panjang. BPBD telah menyalurkan bantuan 34 juta liter air dan masyarakat diminta menghindari pembakaran untuk mencegah penyebaran kebakaran.
Poin-Poin Utama
- Luas area karhutla di Jawa Barat meningkat drastis dari 237 hektar menjadi 665,28 hektar hingga 30 September 2026.
- Total terdapat 404 kejadian karhutla yang tersebar di 276 desa pada 21 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
- Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan karhutla terbanyak, nämlich 77 kali peristiwa.
- Kabupaten Cianjur mencatat 55 kali peristiwa karhutla dan Kabupaten Ciamis 46 kali.
- Tidak ada warga yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa karhutla tersebut.
- Fenomena El Nino yang terjadi selama empat bulan terakhir ikut memengaruhi peningkatan frekuensi karhutla.
- El Nino mengurangi pasokan uap air ke wilayah Indonesia sehingga curah hujan menurun drastis.
- El Nino 2026-2027 diprediksi berada dalam kategori kuat dan sangat kuat berdasarkan pemantauan BMKG.
- Juli 2026 tercatat sebagai bulan dengan curah hujan terendah di Indonesia sejak 1991 menurut BMKG.
- Sebanyak 1.196.815 warga di Jawa Barat mengalami krisis air bersih akibat terdampak kekeringan.
- Warga yang terdampak krisis air bersih tersebar di 781 desa pada 27 kabupaten dan kota.
- BPBD dan lembaga terkait telah menyalurkan bantuan air bersih sejumlah 34 juta liter.
- BMKG mencatat 5.690 titik panas di berbagai wilayah Indonesia hingga 2 Agustus 2026.
- BMKG memproyeksikan 437 zona musim atau 48,77 persen luas daratan Indonesia mengalami durasi kemarau lebih panjang.
- Puncak musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung pada Agustus dan September.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.