Pernah Jadi Lokasi Karhutla, Gambut 2.400 Hektare di Riau Berhasil Direstorasi
Lahan gambut seluas 2.400 hektare di Desa Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Riau berhasil direstorasi setelah sebelumnya mengalami kebakaran hutan dan lahan berulang. Restorasi meliputi pembangunan Rumah Runding Restorasi, pembuatan sekat kanal untuk mengelola kadar air gambut, serta program revegetasi yang terbukti efektif menjaga kelembapan lahan. Kini lokasi tersebut bertransformasi menjadi laboratorium hidup untuk direplikasi di enam provinsi prioritas karhutla lainnya.
Poin-Poin Utama
- Lahan gambut seluas 2.400 hektare di Desa Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis, Riau berhasil dipulihkan.
- Lokasi tersebut sebelumnya mengalami kebakaran berulang dan degradasi gambut.
- Restorasi mencakup retifikasi tanaman-tanaman endemik di lahan gambut.
- Upaya pemulihan melibatkan Minister Kehutanan Raja Juli Antoni, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Plt Gubernur Riau, dan Bupati Bengkalis.
- Lokasi dirujuk sebagai laboratorium hidup bagi pemerintah, mahasiswa, akademisi, dan peneliti internasional.
- Pendekatan water sharing diterapkan secara terintegrasi melalui pembangunan sekat-sekat kanal dan program revegetasi.
- Pembangunan sekat kanal terbukti efektif menjaga kelembapan gambut sehingga tidak mudah terbakar saat musim kemarau.
- Rumah Runding Restorasi berfungsi sebagai ruang konsolidasi warga, wadah riset, dan titik awal berkembangnya kelompok Masyarakat Peduli Gambut.
- Kelompok lokal AEO Kito, MPA, dan MPG menjadi simpul kelembagaan utama dalam menjaga ekosistem gambut.
- Program EcoLearning Stay dan Sekolah Restorasi Gambut digulirkan sebagai wahana kaderisasi dan pembelajaran interaktif.
- Praktik restorasi diharapkan dapat direplikasi di 6 provinsi prioritas karhutla.
- Arahan Presiden pada 24 September 2026 menekankan pengelolaan gambut berbasis sains dan pelibatan aktif masyarakat desa.
- Kegiatan restorasi mencakup pembacaan kondisi fisik tapak, pengeboran gambut, dan demonstrasi teknis tata kelola sekat kanal.
- Kawasan restorasi berada di Bumi Lancang Kuning, julukan lain untuk Provinsi Riau.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.