IHSG Diramal Ambruk ke 6.000, Pasar Mencerna Dampak Reshuffle Kabinet
IHSG diproyeksikan bergerak fluktuatif dalam fase konsolidasi seiring pelaku pasar yang masih mencermati arah kebijakan ekonomi pascarombak kabinet. Pelemahan indeks dipengaruhi kombinasi ketidakpastian kebijakan, depresiasi rupiah, arus modal asing yang keluar, serta lonjakan harga minyak dunia mendekati USD100 per barel. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG terpangkas 1,02% ke posisi 6.009,50 dengan nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.966 per dolar AS dan aksi jual bersih asing sebesar Rp240 miliar.
Poin-Poin Utama
- IHSG diproyeksikan bergerak fluktuatif dalam rentang konsolidasi pada perdagangan akhir pekan.
- Pasar mencermati arah kepastian kebijakan ekonomi pascarombak kabinet.
- Sentimen politik domestik hingga faktor eksternal memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
- Pergantian pejabat berbarengan dengan tekanan arus keluar modal asing.
- Lonjakan harga komoditas energi global turut mempengaruhi pasar.
- Pengamat pasar modal Hendra Wardana memperkirakan IHSG memasuki fase konsolidasi volatil.
- IHSG ditutup terpangkas 1,02% ke posisi 6.009,50 pada perdagangan sebelumnya.
- IHSG sempat terperosok ke kisaran 5.900 sebelum akhirnya rebound.
- Nilai tukar rupiah terkoreksi 0,40% ke level Rp17.966 per dolar AS.
- Aksi jual bersih pemodal asing mencapai Rp240 miliar.
- Akumulasi net sell nonresiden di pasar reguler sepanjang tahun berjalan sekitar Rp107,4 triliun.
- Harga minyak dunia mendekati level USD100 per barel.
- Pasar membutuhkan waktu untuk mencerna dampak reshuffle kabinet.
- Pelemahan indeks tidak semata-mata respons negatif terhadap menteri baru.
- Kombinasi ketidakpastian arah kebijakan menjadi faktor utama pelemahan IHSG.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.