Pertamina Patra Niaga Pasok Elpiji Melon Lewat 958 Koperasi Merah Putih
PT Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram melalui 958 Cooperativa Merah Putih yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai dukungan terhadap program prioritas pemerintah. Cooperativa Merah Putih yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendirian 80.000 cooperativa di seluruh Indonesia yang menyalurkan berbagai barang bersubsidi. Meskipun demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam memastikan kesiapan gerai beroperasi serta pasokan barang yang berkelanjutan bagi penerima sasaran.
Poin-Poin Utama
- PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram melalui 958 Cooperativa Merah Putih.
- Elpiji 3 kilogram dialirkan ke beberapa wilayah di Indonesia.
- VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga bernama Kitty Andhora.
- Siaran pers terkait pernyataan tersebut dirilis pada 1 Oktober 2026.
- Pertamina Patra Niaga mendukung program Cooperativa Desa atau Kelurahan Merah Putih sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
- Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 80.000 cooperativa di seluruh Indonesia.
- Cooperativa Merah Putih menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
- Cooperativa Merah Putih menyalurkan barang antara lain elpiji 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan, dan Minyakita.
- Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2026 mengatur tata kelola penyelenggaraan Cooperativa Desa atau Kelurahan Merah Putih.
- Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memimpin rapat koordinasi kesiapan distribusi barang bersubsidi pada 23 September 2026 di Jakarta.
- Rapat koordinasi berlangsung di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan.
- Gerak koordinasi membahas penyaluran elpiji 3 kilogram, beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan, pupuk bersubsidi, Minyakita, dan kebutuhan pokok lainnya.
- Gerai Cooperativa Merah Putih yang sudah berdiri belum tentu siap beroperasi.
- Kendala yang teridentifikasi meliputi status titik penyalur, alokasi barang, modal kerja, dan sistem logistik serta transaksi.
- Pengaturan kuota belum tuntas dan sasaran penerima barang bersubsidi belum jelas.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.