Mendagri Ungkap Alasan Prabowo Dorong Program Gentengisasi
Program Gentengisasi merupakan arahan Presiden Prabowo untuk mendorong penggunaan genteng tanah liat pada rumah warga sebagai pengganti atap seng atau asbes. Program ini dilatarbelakangi oleh pertimbangan estetika, kenyamanan (lebih sejuk dan tidak bising saat hujan), kesehatan, serta pelestarian identitas budaya Indonesia. Selain itu, program ini diharapkan dapat menghidupkan sentra produksi genteng dan memberdayakan UMKM lokal, dengan pengiriman tahap pertama sebanyak 500 ribu genteng dan tahap berikutnya pada November 2026 sebanyak 2,4 juta genteng.
Poin-Poin Utama
- Program Gentengisasi merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto.
- Acara pelepasan truk pengangkut genteng berlangsung di Plered, Jawa Barat, pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Sebanyak 125 truk dimuat dengan 500 ribu genteng untuk tahap pertama program.
- Turut hadir Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait dalam pelepasan tersebut.
- Sekitar 57 persen rumah di Indonesia menggunakan genteng berdasarkan data yang disebutkan Tito.
- Hampir 37 persen rumah di Indonesia masih menggunakan atap seng.
- Kurang dari 1 persen rumah menggunakan asbes, yang dianggap kurang bagus untuk kesehatan.
- Genteng tanah liat dipilih karena lebih sejuk dibanding seng.
- Seng menimbulkan suara bising saat hujan, sedangkan genteng tanah liat menghasilkan suara gemericik air.
- Genteng tanah liat dinilai memiliki nilai estetika dan menjadi ciri khas bangunan Indonesia.
- November 2026 dijadwalkan pengiriman 2,4 juta genteng menggunakan 600 truk.
- Plered, Jawa Barat, merupakan salah satu sentra produksi genteng yang diberdayakan melalui program ini.
- Daerah rawan gempa memerlukan material genteng yang lebih ringan.
- Bahan alternatif genteng ringan dari serabut kelapa tengah dikaji untuk daerah rawan gempa.
- Program ini ditujukan untuk memberdayakan sentra produksi genteng dan pelaku UMKM lokal.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.