PTPN III Gandeng Unpad Kembangkan Riset dan Inovasi
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menjalankan transformasi bisnis secara bertahap, dimulai dari tahap bertahan hidup, pembenahan fondasi dan proses bisnis, hingga membangun pertumbuhan berkelanjutan dengan mengelola komoditas perkebunan dan pangan seperti kelapa sawit, karet, tebu, bawang putih, dan kedelai. PTPN III dan Universitas Padjadjaran menandatangani nota kesepahaman untuk kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Sinergi antara kebutuhan bisnis PTPN III dan kemampuan akademik Unpad diharapkan membuka ruang pengembangan inovasi yang mendukung penguatan sektor perkebunan, pangan, dan kelembagaan.
Poin-Poin Utama
- Holding Perkebunan Nusantara PTPN III menjalin kerja sama riset dengan Universitas Padjadjaran.
- PTPN III dan Unpad menandatangani nota kesepahaman di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Kerja sama bertujuan memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
- Denaldy Mulino Mauna menjabat Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III.
- Prof Arif S Kartasasmita merupakan Rector Universitas Padjadjaran.
- Transformasi PTPN III berfokus pada keberlangsungan bisnis, pembenahan proses, dan penciptaan nilai.
- Tahap awal transformasi perusahaan menekankan kemampuan bertahan terhadap tekanan kinerja.
- PTPN mengelola komoditas perkebunan meliputi kelapa sawit, karet, tebu, dan kopi.
- Perusahaan juga mendapat penugasan mengembangkan komoditas pangan bawang putih, kedelai, dan ubi kayu.
- PTPN memiliki mandat di bidang ketahanan pangan dan energi nasional.
- Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mempertemukan kebutuhan bisnis dengan kemampuan akademik.
- Pengalaman transformasi PTPN III dinilai relevan sebagai pembelajaran pengelolaan usaha berkelanjutan.
- Transformasi perusahaan mempertimbangkan aspek people, profit, dan planet.
- Pengumuman kerja sama disampaikan pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Jakarta.
- Sinergi tersebut membuka ruang pengembangan inovasi untuk penguatan sektor perkebunan dan pangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.