Beranda Minggu, 4 Oktober 2026

!online

Ekonomi Netral

Bapanas Tambah Penyaluran Beras Bulog 74 Ribu Ton Jaga Inflasi

Minggu, 4 Oktober 2026, 20:05 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Badan Pangan Nasional menugaskan Perum Bulog menambah penyaluran beras melalui program SPHP sebanyak 74,18 ribu ton dengan anggaran Rp409 miliar hingga November 2026 guna menekan laju inflasi beras yang tercatat 3,73 persen per September 2026. Stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini tercatat aman sebesar 4,48 juta ton, meningkat 14,8 persen dari tahun sebelumnya, sementara capaian realisasi penyaluran CBP sepanjang 2026 mencapai 2,73 juta ton atau melonjak 245 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan harga pada September 2026 disebabkan berakhirnya puncak panen raya dan dampak El Nino yang menyebabkan cuaca lebih kering di beberapa sentra produksi padi.

Poin-Poin Utama

  • Bapanas menugaskan Perum Bulog menambah penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan.
  • Penambahan alokasi beras SPHP sebanyak 74,18 ribu ton.
  • Jumlah tersebut setara dengan 14,83 juta kemasan beras ukuran 5 kilogram.
  • Penugasan sebelumnya sebanyak 828 ribu ton tuntas disalurkan 100 persen pada 23 September 2026.
  • Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp409 miliar untuk tambahan alokasi beras.
  • Tenggat waktu penyaluran tambahan alokasi hingga 20 November 2026.
  • Indonesia tidak lagi melakukan impor beras medium.
  • Program bantuan pangan menyasar 33,24 juta orang di seluruh Indonesia.
  • Inflasi tahunan beras per September 2026 berada di level 3,73 persen.
  • Inflasi tahunan beras September 2025 sebesar 4,06 persen dan September 2024 sebesar 5,91 persen.
  • Stok Cadangan Beras Pemerintah per 30 September 2026 tercatat 4,48 juta ton.
  • Stok CBP meningkat 14,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Total penyerahan CBP sepanjang 2026 hingga akhir September mencapai 2,73 juta ton.
  • Penyerahan CBP melonjak 245 persen dibandingkan realized September 2025.
  • Luas panen padi Januari-November 2026 diperkirakan mencapai 10,56 juta hektar.
Tagar Terkait
#inflasi#beras#sphp#bapanas#stabilisasi harga pangan#perum bulog#badan pangan nasional
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya