Penemuan Tanah Hitam di Formasi Durupinar Perkuat Hipotesis Bahtera Nuh
Tim peneliti yang menyelidiki Formasi Durupinar di Turki Timur menemukan deposit tanah hitam kaya melalui pengeboran inti di lebih dari 12 lokasi tanpa menemukan batuan dasar sama sekali, sehingga memperkuat dugaan bahwa struktur sepanjang 164 meter tersebut bukan formasi batuan alami. Survei tanah tahun 2024 menunjukkan kandungan materi organik di dalam formasi tiga kali lebih banyak dibandingkan area di luarnya, dan para peneliti akan menguji lebih lanjut kandungan organik tanah tersebut di Universitas Ankara untuk menentukan apakah terdapat tanda-tanda aktivitas manusia atau material yang konsisten dengan kayu yang membusuk.
Poin-Poin Utama
- Tim peneliti menemukan deposit tanah hitam yang kaya di Formasi Durupinar, Turki timur.
- Formasi Durupinar memiliki panjang sekitar 164 meter dan menyerupai bentuk kapal.
- Formasi tersebut terletak di dekat Gunung Ararat.
- Formasi Durupinar pertama kali ditemukan pada tahun 1959.
- Andrew Jones, pendiri Noah's Ark Scans, memberikan pernyataan pada 3 Oktober.
- Pengeboran inti dilakukan di lebih dari 12 lokasi dalam formasi tersebut.
- Pengeboran tidak menemukan batuan dasar sama sekali di bawah formasi.
- Temuan ini membantah klaim kritikus bahwa formasi merupakan batuan padat.
- Para peneliti akan menguji kandungan organik tanah di Universitas Ankara.
- Analisis laboratorium dilakukan bekerja sama dengan Universitas Sivas.
- Survei tanah tahun 2024 menunjukkan materi organik di dalam formasi tiga kali lebih banyak dibandingkan area luar.
- Materi organik meningkat dapat mengindikasikan adanya kayu yang membusuk.
- Penelitian merupakan kolaborasi Noah's Ark Scans dengan Universitas Sivas dan Universitas Ankara.
- Misteri formasi ini telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun.
- Pengeboran inti, pengambilan sampel tanah, dan radar penembus tanah digunakan dalam investigasi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.