Buka Potensi Ekonomi, PT PLN Operasikan Kembali Gardu Induk Jampang Kulon 150 kV
PT PLN mengoperasikan kembali Gardu Induk Jampang Kulon 150 kV berkapasitas 1x60 MVA di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat sistem kelistrikan dan membuka ruang bagi pengembangan usaha serta investasi di wilayah Selatan Sukabumi. Gardu ini didukung jaringan transmisi sepanjang 56,96 km serta empat jalur penyulang yang disiapkan PLN, menjadikan konfigurasi sistem lebih kuat dan fleksibel dibandingkan kondisi sebelumnya yang memiliki keterbatasan manuver jaringan. Penguatan infrastruktur kelistrikan ini dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor kelautan dan perikanan di kawasan pesisir yang memiliki potensi besar.
Poin-Poin Utama
- PT PLN mengoperasikan kembali Gardu Induk Jampang Kulon 150 kV di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
- Kapasitas Gardu Induk Jampang Kulon sebesar 1x60 MVA.
- Jaringan transmisi pendukung sepanjang 56,96 km.
- Jaringan transmisi terdiri dari 88 titik tower.
- Gardu induk didukung SUTT 150 kV PLTU Pelabuhan Ratu–Jampang Kulon.
- PLN menyiapkan empat jalur penyulang untuk penyaluran listrik.
- Sebelum diaktifkan ulang, fleksibilitas manuver jaringan di wilayah tersebut masih terbatas.
- Pemulihan gangguan dari gardu induk lain membutuhkan waktu lebih panjang.
- Kabupaten Sukabumi memiliki garis pantai sepanjang 117 kilometer.
- Potensi ekonomi di kawasan selatan Sukabumi mencakup sektor kelautan.
- Wahyu C Prasetyo menyatakan gardu induk tersebut membuka peluang usaha UMKM di sekitar wilayah tersebut.
- General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin menegaskan pertumbuhan kebutuhan listrik harus berjalan seiring kesiapan infrastruktur.
- Dessy Susilawaty mengungkapkan listrik belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat di wilayah pedalaman Pajampangan.
- Kawasan pesisir Jampang mencakup wilayah hingga Ujung Genteng dan Ciletuh.
- Ketersediaan listrik yang stabil mendukung penggunaan fasilitas pendingin untuk produk perikanan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.