Kejadian Pondok Pinang bukan isu SARA, tapi kembang api yang ganggu warga
Kejadian viral di Jalan Kramat II, Kelurahan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, bukan merupakan isu SARA melainkan berkaitan dengan penggunaan petasan atau kembang api yang dinyalakan hingga larut malam sehingga mengganggu waktu istirahat warga. Peristiwa tersebut berawal dari keluarga yang gelar pengajian sekaligus haul bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi pada Sabtu malam, di mana petasan dinyalakan berulang kali hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Pihak panitia telah mengakui kesalahan dan meminta maaf, sementara camat dan FKUB Jakarta Selatan berharap kerukunan di kawasan tersebut tetap terjaga.
Poin-Poin Utama
- Kejadian di Jalan Kramat II, Kelurahan Pondok Pinang, bukan isu SARA.
- Masalah sebenarnya adalah penggunaan petasan atau kembang api yang mengganggu warga.
- Mustopa adalah Camat Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
- Warga mengeluhkan penggunaan petasan hingga larut malam.
- Pertemuan koordinasi melibatkan camat, kelurahan, kepolisian, tokoh masyarakat, RT/RW, LMK, dan FKUB Jakarta Selatan.
- Panitia kegiatan telah mengakui kesalahan dan meminta maaf.
- Djawahir Tantowi adalah Ketua FKUB Kota Jakarta Selatan.
- Acara berawal dari keluarga yang gelar pengajian sekaligus haul almarhum keluarga.
- Acara bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi di kawasan Jalan Kramat 2.
- Peristiwa berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober malam.
- Petasan dinyalakan berulang kali hingga sekitar pukul 01.00 WIB.
- Kondisi tersebut mengganggu waktu istirahat warga sekitar.
- Rapat koordinasi keagamaan berlangsung di Kantor Kelurahan Pondok Pinang.
- FKUB berharap tetap rukun di Kecamatan Kebayoran Lama.
- Kejadian sempat viral beberapa hari sebelumnya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.