Berisik Petasan Maulid hingga Tengah Malam Ganggu Warga Jakarta
Kegaduhan terjadi akibat penggunaan petasan yang bersahutan hingga Sabtu (3/10) dini hari dalam acara Maulid Nabi dan haul keluarga di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang mengganggu waktu tidur warga termasuk anak berkebutuhan khusus. Seorang warga bernama Amanda Andono yang memprotes justru mengalami intimidasi dan ancaman kekerasan dari sekelompok pelaku, kemudian pihak kepolisian dan kelurahan melakukan mediasi. Lurah Pondok Pinang mengakui kegiatan tersebut tidak mengantongi izin keramaian, dan panitia telah menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang merasa dirugikan.
Poin-Poin Utama
- Petasan di acara Maulid Nabi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berbising hingga Sabtu dinihari.
- Acara haul dan Maulid Nabi tersebut berlangsung dari pagi hingga tengah malam.
- Penyelenggara mengklaim telah berkoordinasi dengan RT, RW, dan babinsa setempat.
- Kegiatan tersebut tidak dilengkapi surat izin resmi dari kepolisian.
- Warga bernama Amanda Andono memprotes petasan karena mengganggu waktu tidur.
- Anak Amanda yang berkebutuhan khusus terbangun akibat tremor suara petasan.
- Amanda mengalami intimidasi dan ancaman kekerasan dari sekelompok pelaku saat memprotes.
- Amanda mengaku hampir ditampar oleh salah satu peserta acara.
- Amanda menilai tindakan penyelenggara arogan karena merasa memiliki tanah lokasi acara.
- Penyelenggara mengakui tidak memiliki izin dan menyesali tindakan yang mengarah ke kekerasan.
- Panitia menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang merasa dirugikan.
- Warga yang dirugikan masih memerlukan waktu untuk mempertimbangkan permintaan maaf tersebut.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tidak elok membunyikan petasan setelah jam 01.00 malam.
- Kelurahan dan kecamatan mendorong penyelesaian secara persuasif melalui mediasi.
- Kecamatan akan mengundang DMI dan MUI untuk menyatukan persepsi agar kegiatan serupa lebih memperhatikan karakter masyarakat sekitar.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.