Putin Bertemu Presiden Iran, Siap Bantu Segala Daya untuk Akhiri Perang
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Turkmenistan dan menyatakan kesiapan Moskwa melakukan segala upaya untuk membantu mengakhiri perang di Timur Tengah. Kedua negara terus memperkuat kerja sama diplomatik dan militer sejak serangan Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, dengan Iran dituduh mempersenjatai Moskwa dan Rusia membantu Iran menyerang kepentingan AS. Pertemuan itu terjadi ketika negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat mengenai program nuklir mengalami kebuntuan, sebagaimana disampaikan Pezeshkian bahwa pembicaraan dengan Washington tidak ada artinya.
Poin-Poin Utama
- Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Turkmenistan.
- Putin menyatakan siap melakukan segala daya untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
- Pertemuan berlangsung pada 9 Oktober 2026 di resor Avaza, Laut Kaspia.
- Serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026.
- Iran telah melakukan upaya nyata untuk mengakhiri perang sejak serangan tersebut.
- Putin mencatat adanya evolusi positif dalam hubungan Iran dan Rusia.
- Kedua negara memperkuat hubungan diplomatik dan militer sejak Februari 2022.
- Rusia melancarkan serangan terhadap Ukraina pada Februari 2022.
- Pertemuan puncak CIS berlangsung di resor Avaza, Turkmenistan.
- Kedua presiden terakhir bertemu di Kyrgyzstan pada September 2026.
- Ukraina dan negara Barat menuduh Iran memasok drone Shahed ke Rusia.
- Rusia dituduh menyediakan data untuk serangan Iran terhadap kepentingan AS.
- Pembicaraan antara Teheran dan Washington mengalami kebuntuan.
- Pezeshkian menyatakan negosiasi dengan Washington tidak ada artinya.
- Keduanya menjadi semakin bergantung satu sama lain secara bilateral.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.