Politik Negatif
Presiden Iran Bersumpah Terus Melawan hingga Agresor Menyesal!
Azraq di Yordania.
Poin-Poin Utama
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersumpah terus melawan hingga agresor menyesali tindakan mereka.
- Pertempuran antara Iran dan AS kembali berkobar setelah mereda sepanjang Agustus 2026.
- Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Juni 2026.
- MoU tersebut dimediasi oleh Pakistan dan Qatar.
- Iran menuduh AS melanggar MoU dan gagal memenuhi komitmennya.
- Iran menuntut diakhirinya operasi militer dan blokade maritim AS untuk meredakan ketegangan.
- Menlu Iran Abbas Araghchi berbicara via telepon dengan Menlu Jepang Toshimitsu Motegi pada 8 September 2026.
- AS menyerang dan menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran.
- AS mengklaim serangan merespons IRGC yang menargetkan kapal perang AS dengan rudal balistik dua kali dalam dua hari.
- Iran bersumpah membalas dengan menargetkan kapal pengangkut minyak di dekat negara Teluk sekutu AS.
- Iran memperingatkan kapal-kapal yang berlabuh di Kuwait dan Bahrain.
- IRGC mengklaim menyerang pangkalan militer Al-Azraq di Yordania dengan rudal.
- IRGC mengklaim menghancurkan dua kapal perusak AS dalam serangan ke Yordania.
- IRGC menyebut serangan ke Yordania sebagai 'operasi penghukuman'.
- Militer Yordania menembak jatuh 18 rudal Iran yang launched ke wilayahnya.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di DetikNewsHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.