Beranda Jumat, 9 Oktober 2026

!online

Tekno Netral

PLTN Rooppur, Asa Baru Bangladesh di Tengah Krisis Energi

Jumat, 9 Oktober 2026, 13:05 WIB Sumber: Kompas Dibaca 12 kali
Ukuran:

tahun, namun PLTN Rooppur dengan dua reaktor berkapasitas total 2,4 GW dijadwalkan mulai beroperasi akhir tahun ini untuk menyuplai lebih dari 10 persen kebutuhan listrik negara. Akar krisis energi Bangladesh terletak pada kegagalan pemerintah mengembangkan strategi jangka panjang, sehingga sangat bergantung pada pembangkit berbahan bakar fosil terutama gas alam yang pasokannya terus menurun.

Poin-Poin Utama

  • PLTN Rooppur memiliki dua unit reaktor nuklir berkapasitas total 2,4 GW.
  • Reaktor pertama PLTN Rooppur dijadwalkan diaktifkan pada akhir 2026.
  • Reaktor kedua PLTN Rooppur dijadwalkan beroperasi pada 2027.
  • PLTN Rooppur diharapkan menyuplai lebih dari 10% kebutuhan listrik Bangladesh.
  • Bangladesh memiliki populasi sekitar 170 juta jiwa.
  • Kapasitas pembangkit listrik terpasang Bangladesh lebih dari 23.000 MW.
  • Krisis listrik Bangladesh semakin serius sejak PM Tarique Rahman menjabat Februari 2026.
  • Pasokan gas Bangladesh mencapai level terendah dalam 16 tahun pada Juli-Agustus 2026.
  • Masyarakat Bangladesh mengalami pemadaman bergilir harian selama 9 hingga 10 jam.
  • PLTN Rooppur dibangun di tepi Sungai Padma, sekitar 150 km sebelah barat Dhaka.
  • Bangladesh sangat bergantung pada pembangkit berbahan bakar fosil, khususnya gas alam.
  • Perubahan kebijakan kelistrikan Bangladesh dimulai pada 1970 setelah krisis minyak global.
  • Pada 1975, Bangladesh membeli lima ladang gas dari Shell Petroleum Company.
  • Di era 1990-an, Bangladesh meliberalisasi sektor listrik dengan melibatkan perusahaan swasta.
  • Pada 2010-an, Bangladesh menambah kapasitas pembangkitan dengan beralih ke batubara impor dan LNG.
Tagar Terkait
#bangladesh#listrik#krisis energi#pltn rooppur#tenaga nuklir
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya