PM Inggris Kecam AS Akan Siarkan Live Eksekusi Mati Eks Tentara: Menjijikkan
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengecam rencana Amerika Serikat menyiarkan langsung eksekusi mati Nidal Hasan, mantan tentara yang melakukan penembakan massal di Fort Hood pada 2009 yang menewaskan 13 orang. Burnham menyebut rencana tersebut sangat menjijikkan dan menyatakan tidak ingin melihat eksekusi terbuka terjadi di mana pun di dunia. Eksekusi Hasan dijadwalkan pada 3 Desember dan akan menjadi eksekusi militer pertama AS sejak 1961 sekaligus yang pertama menggunakan regu tembak sejak Perang Dunia II.
Poin-Poin Utama
- PM Inggris Andy Burnham mengecam rencana AS menyiarkan langsung eksekusi mati Nidal Hasan.
- Nidal Hasan adalah mantan psikiater Angkatan Darat AS yang divonis bersalah atas penembakan massal.
- Penembakan massal Hasan menewaskan 13 orang di pangkalan militer Fort Hood pada 2009.
- Pejabat Pentagon menyatakan eksekusi mati dengan regu tembak akan disiarkan secara langsung.
- Eksekusi Hasan dijadwalkan pada 3 Desember.
- Trump mendukung hukuman mati menggunakan regu tembak.
- Trump belum mengambil keputusan mengenai penyiaran langsung eksekusi.
- Trump menyatakan tidak peduli bagaimana Hasan meninggal selama eksekusi dilakukan.
- Menhan AS Pete Hegseth mengatakan eksekusi akan dilaksanakan di hadapan publik.
- Burnham menyebut rencana penyiaran langsung itu sangat menjijikkan.
- Burnham menolak mendukung eksekusi terbuka di mana pun di dunia.
- Eksekusi mati Hasan akan menjadi eksekusi militer pertama AS sejak 1961.
- Eksekusi dengan regu tembak akan menjadi yang pertama sejak Perang Dunia II.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.