Beranda Minggu, 11 Oktober 2026

!online

Internasional Negatif

Siapa Nidal Hasan? Psikater Militer AS yang Akan Dieksekusi Mati oleh Regu Tembak dan Disiarkan Langsung

Minggu, 11 Oktober 2026, 05:06 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 14 kali
Ukuran:

Mantan psikiater militer Mayor Nidal Hasan akan dieksekusi dengan regu tembak di Fort Hood pada 3 Desember, setelah divonis mati karena membunuh 13 orang dalam penembakan massal di pangkalan tersebut pada 2009. Rencana eksekusi yang disetujui Presiden Trump dan disiarkan langsung mendapat kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk kantor hak asasi manusia PBB yang menganggap rencana tersebut melanggar larangan mutlak terhadap penyiksaan.

Poin-Poin Utama

  • Nidal Hasan adalah psikiater militer berpangkat mayor yang menewaskan 13 orang di pangkalan Fort Hood pada tahun 2009.
  • Penembakan terjadi pada 5 November 2009 di Pusat Pemrosesan Kesiapan Prajuritan Fort Hood, Texas.
  • Hasan menggunakan dua pistol semi-otomatis saat melancarkan serangan.
  • Tiga belas orang tewas dan 32 orang terluka dalam insiden tersebut.
  • Dua belas korban adalah anggota militer dan satu korban adalah pegawai sipil Departemen Pertahanan.
  • Laporan Senat AS mengkategorikan serangan itu sebagai serangan teroris paling mematikan di wilayah AS sejak 11 September 2001.
  • Hasan lahir di Amerika Serikat pada tahun 1970 dari orang tua imigran Palestina.
  • Sebelum insiden, Hasan bertugas di Pusat Medis Angkatan Darat Walter Reed, Maryland.
  • Hasan menyatakan bahwa ia bertindak atas nama jihad dan meneriakkan "Allahu akbar" saat serangan.
  • Hasan bertukar surel dengan Anwar al-Awlaki, ulama radikal yang terkait dengan al-Qaeda.
  • Pada Agustus 2013, pengadilan militer menyatakan Hasan bersalah atas 13 dakwaan pembunuhan berencana dan 32 dakwaan percobaan pembunuhan berencana.
  • Panel yang terdiri dari 13 perwira militer senior secara bulat menjatuhkan hukuman mati kepada Hasan.
  • Hasan ditahan di sel khusus terpidana mati militer di Fort Leavenworth, Kansas.
  • Eksekusi regu tembak dijadwalkan pada 3 Desember pukul 13.00 di Fort Hood.
  • Kantor hak asasi manusia PBB memperingatkan bahwa menyiarkan eksekusi secara langsung melanggar larangan mutlak terhadap penyiksaan.
Tagar Terkait
#amerika serikat#donald trump#terorisme#pete hegseth#eksekusi mati#regu tembak#fort hood#nidal hasan#psikiater militer
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya