Rencana Impor Solar dari Rusia, Trump Bikin Anggota Parlemen Geram
Trump mengumumkan rencana impor solar dari Rusia berupa pengiriman awal 300.000 ton, kemudian 500.000 ton pada November, dan satu juta ton berikutnya, serta tiga juta ton tambahan dalam waktu singkat. Langkah ini memicu penolakan keras dari anggota parlemen Partai Republik maupun Demokrat yang menyatakan kesepakatan tersebut melanggar hukum Amerika Serikat yang melarang impor energi Rusia demi mencegah pendanaan perang terhadap Ukraina. Trump membela rencana itu dengan alasan harga energi lebih rendah bagi rakyat Amerika, sementara Presiden Ukraina Zelensky menyebut kesepakatan tersebut sebagai hadiah bagi Putin.
Poin-Poin Utama
- Trump menghadapi reaksi keras dari anggota parlemen terkait rencana impor solar dari Rusia.
- Perang Iran memicu lonjakan harga energi global.
- Pada 9 Oktober 2026, Trump mengumumkan Putin setuju melepas 300 ribu ton solar ke pasar AS dan global.
- Rusia akan pasokan 500 ribu ton solar pada November 2026.
- Rusia akan pasokan satu juta ton solar setelah November 2026.
- Tiga juta ton solar tambahan akan dikirimkan Rusia dalam waktu singkat.
- Pengiriman solar bergantung pada kondisi kilang minyak Rusia yang diserang Ukraina.
- Novak mengatakan ekspor solar Rusia dapat mencapai tiga juta ton per bulan.
- Zelensky menyebut kesepakatan impor solar sebagai hadiah bagi Putin.
- Departemen Keuangan AS menangguhkan sanksi terhadap ekspor solar Rusia hingga 7 April.
- Tujuh senator, empat dari Partai Republik dan tiga dari Partai Demokrat, menyatakan kesepakatan itu melanggar hukum AS.
- Kongres AS melarang impor energi Rusia sejak 2022 untuk mencegah dolar AS membiayai perang di Ukraina.
- Senator yang menandatangani pernyataan antara lain Collins, Murkowski, Tillis, Curtis, Shaheen, Blumenthal, dan Wyden.
- Trump menyatakan harga energi rendah bagi rakyat Amerika adalah prioritas utamanya.
- Senator Republik Thomas Massie mendukung pencabutan sanksi terhadap seluruh produk minyak bumi Rusia.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.