Beranda Senin, 12 Oktober 2026

!online

Kesehatan Negatif

Bukan Ngasih Solusi, Curhat ke AI Malah Bikin Rugi? Ini Penjelasan Psikolog

Senin, 12 Oktober 2026, 13:15 WIB Sumber: Republika Dibaca 8 kali
Ukuran:

Pakar psikologi klinis dari UMY, Muhammad Arif Rizai, menilai penggunaan AI untuk mencurahkan persoalan pribadi terlalu berisiko karena AI memiliki keterbatasan dalam menangani masalah psikologis yang kompleks dan tidak bisa menggantikan proses terapeutik secara utuh. Arif mengingatkan bahwa curhat kepada AI berisiko membuat pengguna terlalu nyaman dengan interaksi digital, mengurangi relasi sosial langsung, serta mengancam privasi dan keamanan data pribadi. Meskipun respons AI sering dianggap mirip dengan jawaban psikolog, interaksi tersebut tetap berbeda karena tidak memberikan sentuhan manusia yang merupakan bagian penting dari proses konsultasi profesional.

Poin-Poin Utama

  • Gen Z dan milenial memanfaatkan AI untuk mencurahkan persoalan pribadi.
  • Pakar psikologi klinis dari UMY, Muhammad Arif Rizai, menilai penggunaan AI untuk curhat terlalu berisiko.
  • AI mampu memberi respons cepat saat seseorang butuh tempat mengekspresikan perasaan.
  • AI memiliki keterbatasan dalam menangani persoalan psikologis yang kompleks.
  • AI tidak dapat menghadirkan proses terapeutik seperti yang dilakukan profesional.
  • Curhat kepada AI berisiko membuat pengguna terlalu nyaman dengan interaksi digital.
  • Kebiasaan curhat ke AI dapat mengurangi kesempatan membangun relasi sosial langsung.
  • Curhat kepada AI berisiko mengancam privasi dan keamanan data pribadi pengguna.
  • AI memiliki keterbatasan dalam memahami nilai, keyakinan, dan pengalaman hidup secara utuh.
  • AI tidak memiliki pengalaman dan kompetensi seperti tenaga profesional psikologi.
  • Respons AI yang selalu setuju dapat memperkuat asumsi negatif pengguna terhadap diri dan masalahnya.
  • Sebagian anak muda menganggap respons AI mirip dengan jawaban psikolog atau konselor.
  • Interaksi dengan AI berbeda dari interaksi antarmanusia.
  • Pengguna AI memperoleh arahan atau langkah menghadapi persoalan tetapi kehilangan pengalaman interaksi manusia.
  • Pengguna AI yang merasa terbantu tetap tidak mendapatkan sentuhan manusia dalam proses tersebut.
Tagar Terkait
#ai#gen z#milenial#persoalan psikologis
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya