Beranda Senin, 12 Oktober 2026

!online

Ekonomi Netral

Efek Geopolitik hingga Sentimen MSCI, IHSG Kembali Terjerembab ke Level di Bawah 6.000

Senin, 12 Oktober 2026, 20:03 WIB Sumber: Kompas Dibaca 11 kali
Ukuran:

IHSG melemah signifikan ke level 5.936 atau turun 2,59 persen akibat akumulasi tekanan eksternal dan domestik, termasuk sentimen geopolitik Timur Tengah, penurunan harga minyak dunia yang menggerus saham sektor energi, serta ketidakpastian kebijakan evaluasi MSCI terhadap pasar Indonesia. Pelemahan ini terjadi kendati investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 128 miliar pada perdagangan hari tersebut, namun penjualan bersih asing sejak awal tahun masih tinggi mencapai Rp 85 triliun. Dalam jangka pendek, IHSG berpeluang terkoreksi ke rentang 5.850 hingga 5.911 seiring dengan kekhawatiran pelaku pasar terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah dan kebijakan moneter ketat AS.

Poin-Poin Utama

  • IHSG melemah 157,61 poin atau turun 2,59 persen ke level 5.936 dari 6.109 pada Senin (12/10/2026).
  • Saham sektor energi menyumbang penurunan harga paling signifikan dengan rata-rata 5,88 persen.
  • Nilai kapitalisasi pasar turun menjadi Rp 10.426 triliun dari Rp 10.777 triliun dalam sehari perdagangan.
  • Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp 128 miliar di seluruh pasar, termasuk Rp 81 miliar di pasar reguler.
  • Sepanjang tahun ini investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 85 triliun di seluruh pasar.
  • Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 241 poin atau 3,65 persen, Shanghai turun 16 poin atau 0,43 persen, dan Nikkei Jepang melemah 11 poin atau 0,02 persen.
  • Support IHSG diprediksi analis di titik 5.973.
  • IHSG berpeluang terkoreksi ke rentang 5.850 hingga 5.911 pada jangka pendek dengan potensi penguatan ke 5.952 hingga 5.970.
  • Pasar menjadi lebih berhati-hati karena perkembangan geopolitik Timur Tengah.
  • Trump dikabarkan bergabung dengan Arab Saudi untuk membalas serangan kelompok Houthi yang didukung Teheran.
  • Harga minyak mentah bergerak di kisaran 92 hingga 105 dolar AS per barel.
  • Saham sektor energi dalam negeri turun lebih dari 3,5 persen karena investor melepas aset terkait energi.
  • Rupiah melemah ke harga Rp 17.911 per dolar AS pada Senin (12/10/2026).
  • AS akan memperketat kebijakan moneter karena risiko inflasi melalui suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih panjang.
  • MSCI akan mengumumkan kebijakan evaluasi indeks saham termasuk Indonesia pada Oktober untuk diterapkan November mendatang.
Tagar Terkait
#ihsg#rupiah#energi#saham#geopolitik#pasar modal#minyak mentah#investor asing#msci#indeks saham
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya