Pejabat Kemenhut Dipilih Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut-Mangrove
Menteri Koordinator Politik dan Hukum Umum Dudung Abdurachman mengumumkan rencana pelantikan Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional pada pekan depan, menyusul wacana pembentukan badan tersebut yang mencuat setelah Presiden Prabowo memanggil sejumlah akademikus untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan Listyo Prabowo menyatakan akan memperkuat peran badan restorasi gambut agar lebih fleksibel dalam menghadapi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan, sekaligus memastikan pemanfaatan berkelanjutan kawasan hidrologis gambut yang mencakup 24 juta hektar dengan aturan maksimal 70 persen untuk pemanfaatan dan minimal 30 persen untuk fungsi lindung.
Poin-Poin Utama
- Menko Polkam Dudung Abdurachman mengungkap rencana pelantikan Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional pada pekan depan.
- Jabatan itu akan diduduki Satyawan Pudyatmoko yang saat ini menjabat sebagai Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan.
- Pernyataan Dudung disampaikan seusai rapat membahas penanganan karhutla dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/10).
- Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Prabowo menyebut pemerintah akan memperkuat peran badan restorasi gambut.
- Peran badan restorasi gambut akan menjadi lebih fleksibel untuk menghadapi dan mencegah karhutla.
- Wacana pembentukan badan ini mencuat seusai Prabowo memanggil sejumlah akademikus membahas karhutla.
- Akademikus yang diundang antara lain Bagus Muljadi dari Universitas Nottingham, Azwar Maas dari UGM, Muhammad Agung Santoso dari UI, dan Elham Sumarga dari ITB.
- Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan persoalan di lahan gambut ada dua hal, yaitu karhutla dan penggunaan berkelanjutan.
- Kawasan hidrologis gambut mencakup 24 juta hektar.
- Berdasarkan peraturan pemerintah, pemanfaatan lahan gambut maksimum 70 persen dan fungsi lindung minimum 30 persen.
- Arif Satria menyampaikan pandangannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.