Beranda Selasa, 13 Oktober 2026

!online

Sosial Netral

Kedai Nawasena di Tangsel, Kafe Unik yang Dioperasikan Penyandang Disabilitas

Selasa, 13 Oktober 2026, 03:02 WIB Sumber: Republika Dibaca 8 kali
Ukuran:

anak penyandang disabilitas intelektual dan majemuk sebagai program pelatihan vokasional dan pemberdayaan ekonomi. Dimitri melatih lima penyandang disabilitas untuk menangani pelayanan pelanggan, pengelolaan kasir, dan pengolahan makanan seperti bakso serta pentol siomay. Mimpi besar Project Nawasena adalah menjadi jembatan bagi penyandang disabilitas untuk direkrut perusahaan agar dapat bekerja dan mandiri secara ekonomi.

Poin-Poin Utama

  • Kedai Nawasena dibuka di Bintaro, Tangerang Selatan.
  • Yayasan Sayap Ibu Banten bekerja sama dengan Dimitri Herlambang dalam pendirian kedai ini.
  • Dimitri Herlambang berusia 16 tahun dan menerima hibah internasional IB Global Youth Action Fund.
  • Seluruh operasional Kedai Nawasena dijalankan oleh anak-anak penyandang disabilitas majemuk.
  • Kedai ini berlokasi di halaman Yayasan Sayap Ibu Banten.
  • Program ini merupakan pelatihan vokasional dan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas intelektual dan majemuk.
  • Berdasarkan riset Perkumpulan Prakarsa, hanya 14 persen penyandang disabilitas intelektual di Indonesia yang menamatkan pendidikan SMA.
  • Hanya 9,84 persen penyandang disabilitas intelektual di Indonesia yang pernah mengakses pelatihan kerja.
  • Dimitri merupakan satu dari enam wakil Indonesia penerima hibah GYAF 2026.
  • GYAF menerima lebih dari 1.100 aplikasi dari 40 negara dan memilih 110 proyek dari 324 changemaker muda.
  • Hibah GYAF bernilai 2.500 dolar AS untuk setiap proyek terpilih.
  • Yayasan Sayap Ibu Banten mengasuh lebih dari 30 anak dengan disabilitas seperti sindrom Down, cerebral palsy, dan autisme.
  • Lima peserta yang terlibat dalam pelatihan awal adalah Umay, Yuyun, Ucup, Irfan, dan Hana.
  • Menu yang tersedia di Kedai Nawasena adalah bakso dan pentol siomay.
  • Kedai diuji cobakan di beberapa bazar di Tangerang Selatan pada Desember 2025 sebelum pembukaan resmi.
Tagar Terkait
#tangerang selatan#disabilitas#kemandirian ekonomi#kafe#pemberdayaan#dimitri herlambang#project nawasena
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya