Belanda Dukung Banyuwangi Perkuat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas
satunya daerah yang mendapatkan tiga program sekaligus karena komitmen tinggi pemerintah daerah. Saat ini program tersebut telah menjangkau 155 anak penyandang disabilitas di tujuh desa dengan pendampingan individual melalui Community Based Rehabilitation Worker menggunakan Individual Rehabilitation Plan Logbook.
Poin-Poin Utama
- Liliane Foundation asal Belanda mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas di Banyuwangi.
- Pertemuan dilakukan dengan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada tanggal 22 September 2026.
- Pertemuan turut dihadiri tim pelaksana nasional NLR Indonesia, Aura Lentera, dan Rumah Literasi.
- Program Building Effective Networking di Indonesia dijalankan oleh NLR Indonesia.
- Program Building Effective Networking tersebar di delapan kabupaten atau kota di tiga provinsi.
- Banyuwangi menjadi satu-satunya daerah yang menerima tiga program secara bersamaan.
- Tiga program meliputi rehabilitasi bersumber daya masyarakat, pemberdayaan pemuda, dan pencegahan kekerasan berbasis gender.
- Program dilaksanakan dalam periode 2025 hingga 2028.
- Program menjangkau 155 anak penyandang disabilitas di tujuh desa.
- Setiap anak memperoleh pendampingan dari Community Based Rehabilitation Worker.
- Pendampingan menggunakan Individual Rehabilitation Plan Logbook secara individual.
- Contoh kasus ditangani adalah anak di Klatak penyandang cerebral palsy dari keluarga kurang mampu.
- Langkah awal penanganan meliputi memastikan administrasi kependudukan anak lengkap.
- Administrassi kependudukan, jaminan sosial, dan layanan terapi gratis diakses melalui Community Based Rehabilitation Worker.
- Banyuwangi mengembangkan kebijakan inklusi melalui Rembug Disabilitas, pendidikan inklusif, dan pelatihan kerja terapan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.