Beranda Rabu, 14 Oktober 2026

!online

Internasional Negatif

6 Negara yang Terancam Punah karena Tingkat Kelahiran yang Rendah

Rabu, 14 Oktober 2026, 02:05 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 7 kali
Ukuran:

Tingkat kelahiran rendah mengancam berbagai negara karena angka kesuburan total jauh di bawah 2,1 yang dibutuhkan untuk menjaga kestabilan populasi. Korea Selatan merupakan kasus ekstrem dengan tingkat kesuburan di bawah 0,8, didorong oleh biaya bimbingan belajar tinggi, harga perumahan mahal, budaya kerja intensif, serta penundaan pernikahan dan kelahiran anak. Dampaknya meliputi penutupan sekolah dan jurusan universitas, tekanan pada sistem pensiun, serta berbagai upaya pemerintah seperti bantuan tunai, perpanjangan cuti orang tua, dan pelonggaran aturan imigrasi.

Poin-Poin Utama

  • Tingkat kesuburan total sekitar 2,1 kelahiran per wanita diperlukan untuk mempertahankan jumlah penduduk tanpa bergantung pada migrasi.
  • Korea Selatan memiliki tingkat kesuburan terendah di dunia dengan angka di bawah 0,8 kelahiran per wanita.
  • Angka kesuburan Korea Selatan hanya sekitar sepertiga dari tingkat yang diperlukan untuk menjaga kestabilan populasi.
  • Penurunan angka kesuburan Korea Selatan di bawah tingkat penggantian populasi bermula pada awal tahun 1980-an.
  • Sekitar separuh populasi Korea Selatan tinggal di Seoul dan sekitarnya.
  • Harga apartemen di Seoul telah melampaui kenaikan pendapatan pekerja muda.
  • Lembaga bimbingan belajar swasta yang dikenal sebagai hagwon dianggap pengeluaran wajib oleh rumah tangga Korea Selatan.
  • Pasangan di Korea Selatan cenderung menunda pernikahan untuk mengumpulkan uang muka rumah.
  • Kelahiran di luar ikatan pernikahan masih jarang terjadi di Korea Selatan jika dibandingkan dengan standar Eropa Barat.
  • Sekolah dasar dan jurusan universitas mulai digabungkan atau ditutup akibat penurunan jumlah penduduk.
  • Sistem pensiun yang ditopang pekerja yang luas untuk pensiunan mulai mengalami pembalikan struktur.
  • Negara-negara di Asia Timur rata-rata mencatat satu anak per wanita atau kurang.
  • Urbanisasi memusatkan kaum dewasa muda di kota-kota dengan biaya perumahan tertinggi.
  • Biaya penitipan anak yang mahal dan sistem sekolah yang kompetitif meningkatkan biaya untuk setiap tambahan anak.
  • Penyebab penurunan angka kelahiran bersifat saling tumpang tindih namun berbeda-beda di setiap tempat.
Tagar Terkait
#korea selatan#hong kong#kelahiran#demografi#populasi#tingkat kesuburan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya