Beranda Rabu, 14 Oktober 2026

!online

Kesehatan Netral

Mengenal Robotic Knee Surgery untuk Pasien OA

Rabu, 14 Oktober 2026, 09:14 WIB Sumber: Republika Dibaca 6 kali
Ukuran:

Teknologi robotik mulai diterapkan dalam operasi penggantian sendi lutut untuk pasien osteoarthritis stadium lanjut, membantu dokter memetakan anatomi lutut secara tiga dimensi dan mengarahkan tindakan agar lebih presisi. Prosedur robotic total knee replacement memungkinkan pasien mulai berjalan dalam 24 jam setelah operasi dengan mempertahankan jaringan sehat di sekitar sendi.

Poin-Poin Utama

  • Teknologi robotik dimanfaatkan dalam operasi total knee replacement untuk pasien osteoarthritis stadium lanjut.
  • Pemetaan anatomi lutut dilakukan dalam bentuk tiga dimensi.
  • Dr. dr. L. Andre Pontoh, Sp. OT (K) adalah dokter spesialis ortopedi konsultan di RS Pondok Indah.
  • Teknologi robotik berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti dokter bedah.
  • Dokter dapat melihat peta anatomi lutut secara real time selama operasi.
  • Kerusakan tulang rawan sendi pada OA stadium lanjut menyebabkan nyeri hebat dan keterbatasan gerak.
  • Operasi penggantian sendi lutut dilakukan ketika penanganan nonoperatif tidak lagi optimal.
  • Total knee replacement mengganti sendi lutut rusak dengan implan buatan.
  • Metode konvensional membutuhkan waktu pemulihan yang lebih panjang.
  • Teknologi robotik membantu panduan terukur dalam pemotongan tulang dan penentuan posisi implan.
  • Jaringan sehat di sekitar sendi dapat dipertahankan dengan teknologi ini.
  • Pasien dapat mulai berjalan dalam 24 jam setelah robotic total knee replacement.
  • Pasien dapat kembali aktivitas ringan dalam hitungan minggu.
  • Pemulihan total dapat berlangsung dalam beberapa bulan dengan fisioterapi.
  • Teknologi robotik diharapkan mengurangi nyeri pascaoperasi dan risiko komplikasi.
Tagar Terkait
#robotic knee surgery#osteoarthritis#total knee replacement#penggantian sendi lutut#teknologi robotik
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya