Kutub Utara Jadi Medan Pertarungan
Eropa melalui Kutub Utara pada 2026, sementara Korea Selatan juga berhasil menyelesaikan uji coba pelayaran ke Eropa melalui wilayah tersebut yang lebih cepat 10 hari dibandingkan melalui Terusan Suez. Perlu ada jaminan bahwa Kutub Utara tetap terbuka bagi semua negara karena wilayah itu memiliki nilai penting bagi riset dan kepentingan seluruh warga dunia.
Poin-Poin Utama
- Kapal kontainer Korea Selatan Panstar Acro menyelesaikan uji coba pelayaran pergi pulang ke Eropa melalui Kutub Utara pada 11 Oktober 2026.
- Pelayaran Panstar Acro berlangsung selama 50 hari.
- Rute Kutub Utara lebih cepat 10 hari dibandingkan rute melewati Terusan Suez.
- Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memuji pelayaran Panstar Acro.
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginginkan dominasi AS di kawasan Kutub Utara.
- AS ingin menjamin keamanan dari ancaman kekuatan asing di kawasan Kutub Utara.
- China dan Rusia memandang Kutub Utara sebagai wilayah strategis.
- Pemanasan global menyebabkan lapisan es di Kutub Utara mencair sehingga jalur pelayaran menjadi lebih mudah diakses.
- China memperoleh izin dari Rusia untuk melintasi Jalur Laut Sisi Utara.
- China meresmikan pelayaran reguler ke Eropa melalui Kutub Utara pada tahun 2026.
- Pelayaran melalui Kutub Utara dilakukan karena gangguan di Selat Hormuz dan Laut Merah.
- Gagasan Jalur Sutra Kutub digagas China sejak hampir 10 tahun lalu.
- Penguasaan jalur perdagangan strategis turut menentukan arah sejarah dunia.
- Kutub Utara harus tetap terbuka bagi negara mana pun.
- Kutub Utara memiliki nilai penting bagi riset dan kegiatan yang berdampak bagi nasib warga dunia.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.