Beranda Kamis, 15 Oktober 2026

!online

Tekno Netral

Siswa SMAN 21 Jakarta Ciptakan Alat Pengubah Kelembapan Udara Jadi Air

Rabu, 14 Oktober 2026, 21:05 WIB Sumber: Kompas Dibaca 10 kali
Ukuran:

Lima siswa SMAN 21 Jakarta mengembangkan O2H: Atmospheric Water Harvesting System, yaitu alat pengubah kelembapan udara menjadi air yang terdiri dari dehumidifier, sistem filtrasi, tangki penampung, dan dispenser dengan total biaya Rp 2,5 juta. Inovasi ini terinspirasi dari ancaman kekeringan di Desa Tlogowatu, Klaten, dan berhasil meraih juara satu di National Innovation Challenge 2026 yang melibatkan 20 tim dari 16 SMA se-Jabodetabek. Setelah lomba, satu perusahaan swasta telah menyatakan ketertarikan terhadap alat tersebut, sementara aktivitas kelima siswa merupakan bagian dari Student Company SMAN 21 Jakarta yang melatih jiwa wirausaha.

Poin-Poin Utama

  • Lima siswa SMA Negeri 21 Jakarta menciptakan alat pengubah kelembapan udara menjadi air bernama O2H: Atmospheric Water Harvesting System.
  • Tim tersebut bernama Gen V dan beranggotakan Elroi Hanif Tahsin (16), Muhammad Rizqi Sugianto (16), Christabel Lydia Irene Stezia Lubis (16), Jasmine Aurellie Ashriyah (17), serta Rayi Aathifahi Luhur (16).
  • Kelima siswa tersebut merupakan siswa kelas XI dari berbagai jurusan IPA dan IPS.
  • Perangkat O2H terdiri atas dehumidifier, tangki penampung, pompa, sistem filtrasi, tangki air bersih, dan dispenser.
  • Dehumidifier menarik kelembapan dari udara ke dalam tangki penampung, lalu pompa mengalirkannya ke sistem filtrasi bertingkat sebelum masuk ke tangki air bersih.
  • Sistem perangkat bekerja secara otomatis menggunakan sensor di tangki penampung dan tangki air bersih yang terhubung ke aplikasi pemantauan melalui tablet.
  • Air yang dihasilkan sudah melalui uji laboratorium dan layak dikonsumsi.
  • Ide perangkat terinspirasi dari ancaman kekeringan di Desa Tlogowatu, Klaten, Jawa Tengah.
  • Tim membutuhkan waktu tiga minggu untuk menyelesaikan perakitan, pengecekan kelistrikan, pengujian kebocoran, dan uji kualitas air.
  • Total biaya pembuatan dan pengembangan perangkat sebesar Rp 2,5 juta dari bantuan dan urun dana siswa.
  • Kelima siswa bersaing melawan sembilan tim finalis lainnya dalam National Innovation Challenge 2026.
  • Kompetisi tersebut merupakan bagian dari program Young Voices for a Sustainable Future-Innovation Challenge for a Just Transition.
  • Program tersebut melibatkan 100 siswa dalam 20 tim dari 16 SMA se-Jabodetabek sejak April 2026.
  • Tim Gen V meraih juara satu dalam kompetisi tersebut dan mengaku tidak menyangka bisa memenangkan lomba.
  • Sudah ada satu perusahaan swasta yang tertarik dengan perangkat pengubah kelembapan udara menjadi air tersebut.
Tagar Terkait
#pelajar#inovasi#sman 21 jakarta#o2h#atmospheric water harvesting#wirausaha siswa#student company#national innovation challenge 2026
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya