Memulihkan Kredensial di ASEAN
Menteri Luar Negeri Arrmanatha C Nasir menegaskan komitmen Indonesia memacu perubahan ASEAN agar lebih efektif, adaptif, dan relevan bagi kawasan. Pada 2028, Indonesia akan menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN yang akan dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama organisasi. Momentum ini dipandang sebagai peluang bagi Indonesia memulihkan kembali perannya sebagai pemimpin tradisional di ASEAN setelah dua tahun terakhir dinilai kurang mengutamakan kawasan dalam politik luar negerinya.
Poin-Poin Utama
- Arrmanatha C Nasir resmi menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia sejak 1 Oktober 2026.
- Ia menggantikan Menlu Sugiono dalam jabatannya.
- Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada 12 Oktober 2026.
- Arrmanatha memiliki pengalaman sebagai diplomat selama hampir tiga dekade.
- Ia menegaskan ASEAN tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpul.
- ASEAN harus mampu menghasilkan hasil strategis nyata bagi kawasan.
- Indonesia akan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN pada tahun 2028.
- Posisi strategis tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama ASEAN.
- Pada dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, ASEAN tidak menjadi prioritas utama.
- Ada kekhawatiran Indonesia akan memunggungi ASEAN.
- Pernyataan Pers Tahunan Menlu RI 2026 mengakui pentingnya kesatuan dan sentralitas ASEAN.
- Namun pengakuan tersebut belum diterjemahkan ke dalam langkah nyata selama dua tahun terakhir.
- Saat ketegangan Laut China Selatan memanas, Indonesia justru bekerja sama dengan Beijing di area klaim tumpang tindih.
- Ketika konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja pecah, Jakarta tidak mengambil langkah aktif.
- Indonesia dikenal sebagai pemimpin tradisional atau saudara tua di kawasan ASEAN.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.