Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Netral

Dampak Erupsi Anak Krakatau di Lampung: Bandara Ditutup dan Sekolah Beralih ke Daring

Senin, 7 September 2026, 00:05 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan sebaran abu vulkanik di Lampung sehingga Bandara Internasional Radin Inten II ditutup dan 25 penerbangan dibatalkan. Gubernur Lampung mengeluarkan surat edaran untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar di 15 kabupaten/kota menjadi daring selama dua hari guna menjaga keselamatan peserta didik. BPBD Lampung mengimbau warga di wilayah terdampak memakai masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan karena abu masih menyelimuti Bandar Lampung dan sejumlah daerah lain.

Poin-Poin Utama

  • Erupsi Gunung Anak Krakatau sebabkan sebaran abu vulkanik ke Lampung.
  • Bandara Internasional Radin Inten II ditutup sementara per Minggu (6/9/2026).
  • Penutupan Bandara Radin Inten II diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB berdasarkan NOTAM B1133/26 NOTAMR B1126/26.
  • Total 25 penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II dibatalkan hingga pukul 24.00 WIB.
  • Gubernur Lampung terbitkan Surat Edaran Nomor 150 Tahun 2026 soal kegiatan belajar dampak abu vulkanik.
  • Kegiatan belajar mengajar dialihkan ke daring selama dua hari di semua jenjang pendidikan.
  • Surat edaran berlaku untuk wali kota dan bupati di 15 kabupaten/kota di Lampung.
  • Enam wilayah terdampak sebaran abu vulkanik: Bandar Lampung, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Barat, Pesisir Barat.
  • PVMBG dan VAAC Darwin identifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik.
  • Klaster pertama: permukaan hingga 20.000 kaki bergerak ke tenggara-selatan, mencakup Banten, Jawa Barat, perairan sekitarnya.
  • Klaster kedua: permukaan hingga 50.000 kaki bergerak ke barat daya-barat laut, mencakup Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian selatan, Samudra Hindia barat Lampung dan Banten.
  • Analisis berbasis citra RGB Himawari-9 pada 5 September 2026 pukul 19.00 WIB.
  • Warga alami mata perih dan gangguan pernapasan akibat paparan abu.
  • Masker sulit didapat di apotek dan ritel modern.
  • Toko dan pusat keramaian yang sempat tutup Sabtu (5/9/2026) malam kembali beroperasi Minggu.
Tagar Terkait
#anak krakatau#erupsi gunung anak krakatau#erupsi anak krakatau#bandara ditutup#sekolah beralih daring#warga terpapar abu vulkanik
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya