Perubahan Struktur Militer Pakistan Picu Tanda Tanya Besar, Siapa Pemegang Kendali Bom Nuklir Islamabad?
Undang Angkatan Pertahanan 2026 yang memberi dasar hukum bagi jabatan Kepala Angkatan Pertahanan (CDF), direstrukturisasi dari amendemen konstitusi ke-27 pasca-konflik dengan India pada Mei 2025. Jabatan ini menghapuskan Ketua Komite Kepala Staf Gabungan (CJCSC) dan menjadikan CDF—saat ini dijabat Field Marshal Asim Munir—pemegang komando operasional atas ketiga matra, bukan hanya angkatan darat. Perubahan ini dipandang analis sebagai restrukturisasi militer paling signifikan sejak 1976 dan meresmikan kekuasaan yang selama ini dijalankan militer secara informal.
Poin-Poin Utama
- Parlemen Pakistan sahkan UU tentukan wewenang Panglima Militer akhir Agustus.
- UU itu sahkan bersama amendemen UU Otoritas Komando Nasional 2010.
- RUU tidak di agenda awal, kabinet setujui pagi hari, disahkan dalam hitungan jam.
- Restrukturisasi lanjutkan amendemen konstitusi ke-27 November tahun lalu.
- Amendemen ke-27 juga proses kilat November lalu.
- Perubahan terjadi setelah konflik empat hari Pakistan-India Mei 2025.
- Analis bilang ini restrukturisasi komando tertinggi sejak 1976.
- Tahun 1976 bentuk jabatan Ketua Komite Kepala Staf Gabungan (CJCSC).
- Jabatan CJCSC sekarang dihapuskan.
- Ganti bentuk Markas Besar Angkatan Pertahanan (DFHQ) dipimpin CDF.
- CDF sekarang dijabat Field Marshal Asim Munir, juga kepala staf angkatan darat.
- Militer Pakistan sudah empat kali kudeta sejak 1947.
- Milier pimpin langsung lebih dari tiga dekade.
- Belum ada PM terpilih selesai masa jabatan penuh lima tahun.
- UU baru beri CDF komando operasional atas Angkatan Darat, Laut, Udara sekaligus.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.