Gunung Anak Krakatau dan Ili Lewotowok Meletus Tadi Malam
Gunung Api Ili Lewotolok di NTT dan Gunung Anak Krakatau di Lampung keduanya erupsi pada Minggu (6/9) malam, dengan kolom abu Ili Lewotolok mencapai 2.023 mdpl dan Krakatau terekam amplitudo 58 mm selama 44 detik. Kedua gunung berstatus siaga dengan larangan aktivitas dalam radius tertentu dari kawah. Sebelumnya, Krakatau mengalami erupsi menerus sejak 4 September yang berhenti pada 6 September dini hari sebelum erupsi kembali malam harinya.
Poin-Poin Utama
- Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT meletus Minggu (6/9) pukul 21.37 WITA.
- Letusan pagi pukul 06.11 WITA capai tinggi 400 meter di atas puncak dengan abu kelabu tebal ke arah barat, durasi 40 detik.
- Letusan terkuat 48 jam terakhir terjadi pukul 06.41 WITA dengan kolom abu 2.023 meter di atas permukaan laut.
- Pada Sabtu (5/9) tercatat dua erupsi di Gunung Ili Lewotolok.
- Larangan aktivitas radius 2 km dari kawah, serta 3 km di sektor selatan dan tenggara.
- Petugas Pos Pemantauan Ili Lewotolok bernama Khairul Imam Tarmizi.
- Gunung Anak Krakatau di Lampung erupsi Minggu (6/9) pukul 20.23 WIB.
- Tinggi kolom abu erupsi Anak Krakatau tidak teramati.
- Amplitudo maksimum seismogram erupsi capai 58 milimeter.
- Durasi erupsi Anak Krakatau tercatat sekitar 44 detik.
- Status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga).
- Larangan aktivitas radius 3 km dari kawah aktif Anak Krakatau.
- Anak Krakatau erupsi menerus dengan lava fountain sejak 4 September 2026 pukul 23.00 WIB.
- Erupsi tersebut berhenti 6 September 2026 pukul 00.04 WIB sebelum erupsi malam hari.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.