Beban Kesehatan Lintas Generasi dari Udara Terpolusi
Polusi udara dari berbagai sumber seperti erupsi gunung, kebakaran hutan, dan aktivitas industri membebani kesehatan lintas generasi, dengan WHO memperkirakan 6,7 juta kematian dini per tahun secara global. Di Indonesia, konsentrasi PM 2,5 di Jabodetabek tercatat 6-11 kali lipat melebihi ambang WHO, sementara karhutla 2026 menyebabkan kerugian ekonomi dan kesehatan hingga Rp 123,1 triliun. Hari Udara Bersih Internasional 7 September 2026 mengangkat tema 'Clean Air for Climate Action' sebagai pengingat bahwa udara bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tak terhindarkan.
Poin-Poin Utama
- Pagi 6 September 2026, abu vulkanik Anak Krakatau menyelimuti sebagian langit Jabodetabek hingga Lampung.
- Di Kalimantan, kabut asap kebakaran hutan dan lahan mengepung sejumlah wilayah selama berminggu-minggu.
- Hari Udara Bersih Internasional diperingati setiap 7 September.
- Tema PBB tahun ini: Clean Air for Climate Action.
- WHO memperkirakan 99 persen penduduk dunia tinggal di tempat yang tidak memenuhi pedoman kualitas udara WHO.
- Polusi udara ambien menyebabkan sekitar 4,2 juta kematian dini per tahun.
- Polusi udara rumah tangga menambah total menjadi 6,7 juta kematian dini per tahun.
- State of Global Air 2024 menyebut polusi udara sebagai faktor risiko kesehatan terbesar kedua di dunia.
- Pada 2021, polusi udara dikaitkan dengan 8,1 juta kematian global.
- Lebih dari 700.000 kematian terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun.
- WHO merekomendasikan konsentrasi rata-rata tahunan PM 2,5 tidak lebih dari 5 mikrogram per meter kubik.
- CREA Juni 2025 mencatat PM 2,5 Jabodetabek mencapai 30-55 mikrogram per meter kubik, 6-11 kali ambang WHO.
- Celios memperkirakan kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla 2026 hingga Agustus berkisar Rp 39,29 triliun hingga Rp 123,1 triliun.
- Kerugian ekonomi langsung akibat karhutla 2026 diperkirakan Rp 29,54 triliun.
- Biaya kesehatan skenario atas mencapai Rp 93,56 triliun, setara 49,1 persen proyeksi PDRB Kalimantan Tengah 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.