Kabut Asap Karhutla Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
Indralaya. Kondisi ini memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan beberapa kendaraan di KM 9 jalur A pada Sabtu (5/9/2026) pagi dan menyebabkan 14 orang luka-luka. Pengelola jalan Tol Palembang-Indralaya menyiapkan langkah darurat serta mengimbau pengguna jalan berhati-hati di tengah padatnya kabut asap.
Poin-Poin Utama
- Kabut asap karhutla diperparah embun pagi ancam keselamatan pengguna jalan akibat jarak pandang menurun drastis.
- Kompas pantau Minggu (6/9/2026) pukul 06.00-07.00 WIB, kabut putih pekat selimuti Palembang dan sekitarnya.
- Jarak kabut terbentang kurang lebih 12 kilometer dari Jakabaring Palembang hingga pintu gerbang Tol Palembang-Indralaya di Ibul Besar III, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.
- Di sejumlah titik, jarak pandang hanya 5-10 meter.
- Jarak pandang rata-rata kisaran 50 meter.
- Pengendara sepeda motor dan mobil melaju pelan 20-40 kilometer per jam.
- Nyaris semua pengemudi nyalakan lampu kendaraan agar keberadaan mereka diketahui dari arah berlawanan.
- Kecelakaan lalu lintas beruntun libatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Tol Palembang-Indralaya Sabtu (5/9/2026) pagi.
- Tiga kendaraan terlibat: Mitsubishi Triton putih BG 8136 CI dikemudikan Jurman, bus ALS hijau BK 7672 UA dikemudikan Hartono, dan bus Damri BG 7751 AQ.
- Lokasi kecelakaan versi polisi di Jalan Tol Palembang-Indralaya KM 9+800 jalur A pada Sabtu sekitar pukul 06.30 WIB.
- Lokasi kecelakaan versi Hutama Karya di KM 9+700 A pada Sabtu pukul 06.20 WIB melibatkan empat kendaraan termasuk Toyota Avanza.
- Peristiwa sebabkan 14 orang luka-luka terdiri dari pengemudi dan penumpang bus DAMRI.
- Enam korban dirawat di RS Arroyan Ogan Ilir, dua korban di RS Tanjung Senai Ogan Ilir, enam korban dirujuk ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang.
- Hartono pengemudi bus ALS sebutkan jarak pandang terbatas hanya sekitar 2 meter saat kecelakaan.
- Hutama Karya versi sebutkan kecelakaan disebabkan Triton kurangi kecepatan di lajur cepat lalu ditabrak bus ALS yang sopirnya diduga kurang fokus.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.