Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Jakarta Incident
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 6 September 2026 berdampak pada lebih dari 1.500 penerbangan dan sekitar 170.000 penumpang akibat sebaran abu vulkanik ke delapan bandara, termasuk Soekarno-Hatta. Keputusan menghentikan penerbangan tersebut memiliki dasar sejarah panjang, yaitu insiden British Airways Flight 9 atau 'Jakarta Incident' pada 24 Juni 1982, ketika pesawat Boeing 747-200 dengan Kapten Eric Moody harus melayang dengan keempat mesin mati akibat awan abu vulkanik dari Gunung Galunggung sebelum berhasil mendarat selamat di Bandara Halim Perdanakusuma. Peristiwa tersebut mengubah pemahaman dunia penerbangan bahwa abu vulkanik dapat meleleh di ruang pembakaran mesin jet dan menyebabkan kegagalan mesin.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Minggu, 6 September 2026.
- Lebih dari 1.500 penerbangan terdampak akibat sebaran abu vulkanik.
- Sekitar 170.000 penumpang mengalami gangguan perjalanan udara.
- Delapan bandara menghentikan sementara operasi penerbangan.
- Bandara Soekarno-Hatta mencatat 964 penerbangan terdampak.
- Peristiwa 'Jakarta Incident' terjadi pada 24 Juni 1982.
- British Airways Flight 9 terbang dengan Boeing 747-200 dari Kuala Lumpur menuju Perth, Australia.
- Pesawat BA Flight 9 membawa 263 orang dan dikendalikan Kapten Eric Moody.
- Empat mesin pesawat mati akibat awan abu vulkanik dari Gunung Galunggung, Jawa Barat.
- Pesawat melayang sekitar 13 menit dengan keempat mesin mati pada ketinggian 37.000 kaki.
- Pesawat berhasil mendarat mulus di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan semua penumpang selamat.
- Kapten Eric Moody meninggal pada 18 Maret 2024 di usia 82 tahun.
- Eric Moody lahir 7 Juni 1941.
- Eric Moody pensiun dari British Airways pada 1996 dengan total lebih dari 17.000 jam terbang.
- Insiden tersebut mengubah standar global pemahaman bahaya abu vulkanik bagi mesin jet.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.