Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau catat intensitas tertinggi 2026
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dengan intensitas tertinggi sepanjang 2026 sejak 4 September malam, dengan amplitude maksimum 70 milimeter dan durasi mencapai 21.600 detik, serta lebih dari 240 kali letusan sejak berstatus siaga pada Juli 2026. Erupsi ini merupakan lava fountain yang bersumber dari kantong magma sendiri, tidak memicu gunung api lain, dan menghasilkan dentuman yang terdengar hingga pesisir Banten dan Lampung. Status gunung tetap Level III Siaga dengan potensi tsunami sangat kecil karena tubuh gunung masih relatif kecil.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi مستمر dengan intensitas tertinggi sepanjang 2026.
- Erupsi dimulai pada Jumat, 4 September malam dan berlanjut hingga Sabtu, 5 September.
- Erupsi terindikasi sebagai lava fountain yang mulai terjadi pada pukul 23.07 WIB.
- Gempa letusan tercatat dengan amplitudo maksimum 70 milimeter.
- Durasi erupsi mencapai 21.600 detik.
- Lebih dari 240 kali letusan terjadi sejak penetapan status siaga pada 2 Juli 2026.
- Letusan bersumber dari kantong magma sendiri dan tidak memicu aktivitas gunung api lain.
- Suara gemuruh dan dentuman terdengar hingga wilayah pesisir Banten dan Lampung.
- Dentuman berasal dari erupsi yang merambat ke udara, bukan dari gempa bumi.
- Alat pemantauan termasuk CCTV mengalami kerusakan akibat paparan material erupsi.
- Pemantauan visual secara optimal terkendala setelah pukul 01.00 WIB.
- Status Gunung Anak Krakatau bertahan pada Level III atau Siaga.
- Potensi ancaman gelombang pasang sangat kecil mengingat tubuh gunung relatif kecil.
- Masyarakat diminta menjauh dari Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer.
- Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.