Akademisi ingatkan pemulihan pascabencana tak hanya pembangunan fisik
Akademisi USU Wahyu Ario Pratomo menekankan pemulihan pascabencana di Sumatera Utara tidak cukup hanya dari pembangunan fisik, tetapi juga harus memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal melalui ketersediaan layanan dasar dan sumber penghidupan. Ia menilai kunjungan Wakil Presiden Gibran yang meninjau lokasi pemulihan di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Selatan menjadi momentum untuk memastikan rekonstruksi dilakukan secara menyeluruh. Dalam kunjungannya, Gibran mendorong kolaborasi pemerintah pusat dan daerah agar mempercepat penanganan hunian, layanan publik, serta pemulihan mata pencaharian masyarakat terdampak bencana.
Poin-Poin Utama
- Wahyu Ario Pratomo is an academic at Universitas Sumatera Utara (USU).
- Wahyu stated post-disaster recovery cannot be measured by physical construction alone.
- Vice President Gibran Rakabuming Raka inspected recovery sites in North Sumatra on Friday (4/9).
- Inspected locations included Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, and Tapanuli Selatan.
- Visit covered residential housing, schools, bridges, and disaster-control infrastructure.
- In Aek Parombunan, some permanent housing units have been handed over to residents.
- Other permanent housing units in Aek Parombunan remain under construction.
- In Tapanuli Selatan, the government is accelerating permanent housing for residents still in transition.
- Wahyu said recovery must include water, sanitation, electricity, schools, and healthcare facilities.
- Recovery must also cover transportation, employment, and economic activity centers.
- Gibran called for strengthened central-regional government collaboration in recovery efforts.
- Gibran designated regional officials (forkopimda) as the frontline of field implementation.
- Forkopimda were instructed to identify and resolve community needs during the transition period.
- Gibran ordered regional governments not to let residents wait too long for solutions.
- Every recovery issue must be identified and coordinated immediately with the central government.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.