Akademisi Minta Pemulihan Pascabencana Bukan Sekadar Pembangunan Fisik
daerah dan forkopimda agar mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar, layanan publik, serta mata pencaharian masyarakat terdampak banjir dan longsor.
Poin-Poin Utama
- Akademisi USU Wahyu Ario Pratomo minta pemulihan pascabencana tidak hanya dinilai dari pembangunan fisik.
- Wahyu sampaikan ukuran keberhasilan pemulihan tidak boleh berhenti pada jumlah rumah atau kilometer jalan yang selesai dibangun.
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tinjau titik pemulihan pascabencana di Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada Jumat (4/9).
- Wawancara Wahyu dengan wartawan berlangsung pada Senin (7/9).
- Di Aek Parombunan, sebagian hunian tetap sudah diserahterimakan kepada warga dan pembangunan unit lainnya masih berlangsung.
- Di Tapanuli Selatan, pemerintah terus mendorong percepatan hunian permanen bagi masyarakat dalam masa transisi.
- Wahyu menilai hunian baru harus disertai layanan dasar: air bersih, sanitasi, listrik, sekolah, fasilitas kesehatan, transportasi.
- Wahyu juga sebutkan hunian baru harus disertai ketersediaan pekerjaan dan pusat kegiatan ekonomi.
- Wahyu menyatakan rumah selesai tanpa sumber penghidupan membuat pemulihan secara substantif belum selesai.
- Gibran dorong penguatan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatera Utara.
- Gibran minta pejabat daerah sebagai ujung tombak pelaksanaan lapangan turun langsung cek kondisi warga.
- Gibran minta forkopimda pastikan kebutuhan dasar, hunian, akses publik, serta pemulihan mata pencaharian ditangani di lapangan.
- Gibran minta pemerintah daerah tidak membiarkan masyarakat menunggu terlalu lama saat menghadapi kendala pemulihan.
- Gibran minta setiap persoalan di lapangan segera diidentifikasi dan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat untuk penyelesaian.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.