Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Terhimpit Tekanan Ekonomi AS, Iran Naikkan Harga Bensin

Senin, 7 September 2026, 12:07 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Otoritas Iran menaikkan harga bensin untuk konsumen tingkat penggunaan tinggi dari 5.000 menjadi 10.000 Toman per liter, menyusul pengetatan sanksi AS yang bertujuan mengisolasi perekonomian Teheran di tengah konflik berkepanjangan kedua negara. Langkah ini dilakukan saat nilai tukar Rial Iran di pasar gelap anjlok lebih dari 2,2 juta per dolar AS, dipicu oleh perang Timur Tengah dan tekanan finansial AS termasuk rencana 'mencekik perekonomian' serta blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran.

Poin-Poin Utama

  • Iran naikkan harga bensin tingkat tiga dari 5.000 jadi 10.000 Toman per liter, berlaku mulai 8 September 2026.
  • Tingkat satu tetap 1.500 Toman/liter untuk 60 liter pertama per bulan.
  • Tingkat dua tetap 3.000 Toman/liter untuk 50 liter berikutnya.
  • 1 Toman setara 10 Rial Iran.
  • Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani umumkan kebijakan pada Minggu (6/9/2026).
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian janjikan tarif 10.000 Toman ke masyarakat.
  • Iran produsen minyak utama dengan salah satu harga bensin termurah di dunia dan beri subsidi besar bertahun-tahun.
  • Mata uang Iran di pasar gelap pada 6/9/2026 diperdagangkan lebih dari 2,2 juta Rial per dolar AS.
  • Sebelum perang Timur Tengah pecah 28 Februari, Rial berada di kisaran 1,7 juta per dolar AS.
  • Akhir April, Rial sempat sentuh rekor terendah 1,8 juta per dolar AS.
  • Akhir bulan lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent paparkan rencana "mencekik perekonomian" Iran.
  • AS dan sekutu terapkan rezim sanksi ke Iran sejak 2018 saat Trump tarik AS dari kesepakatan nuklir.
  • AS berlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran untuk tekan ekspor minyak ke angka nol.
  • Kenaikan harga akibat tekanan ekonomi AS dan sanksi yang diperketat untuk isolasi Teheran.
  • Konflik AS-Iran masih berlangsung tanpa indikasi mereda.
Tagar Terkait
#iran#amerika serikat#konflik as-iran#subsidi#sanksi ekonomi#harga bensin
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya