Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Mendagri Soroti Belanja APBD Rendah, Daerah Tak Capai Target Bakal Dievaluasi

Senin, 7 September 2026, 12:21 WIB Sumber: Liputan6
Ukuran:

Mendagri Tito Karnavian menyoroti realisasi belanja APBD sejumlah daerah yang masih rendah dan menyatakan akan menurunkan tim gabungan dari Kemendagri guna mengevaluasi penyebabnya. Evaluasi dilakukan berkala tiap tiga bulan, dengan apresiasi dan insentif fiskal bagi daerah yang mencapai target. Langkah ini bertujuan mendongkrak belanja daerah agar menggerakkan aktivitas ekonomi, menstimulasi swasta, serta memperkuat daya beli, investasi, dan ekspor di daerah.

Poin-Poin Utama

  • Mendagri Tito Karnavian soroti realisasi belanja APBD rendah di sejumlah daerah.
  • Pemerintah evaluasi daerah dengan realisasi belanja tidak sesuai target.
  • Evaluasi realisasi pendapatan dan belanja APBD dilakukan setiap tiga bulan.
  • Daerah dengan realisasi tinggi berpeluang dapat apresiasi dan insentif fiskal.
  • Tim gabungan Kemendagri akan diturunkan untuk investigasi penyebab target tidak tercapai.
  • Tim gabungan terdiri dari Ditjen Bina Keuangan Daerah, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, dan Inspektorat Jenderal.
  • Tujuan langkah tersebut untuk dorong realisasi belanja dan pendapatan daerah.
  • Belanja daerah ditargetkan menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
  • Mendagri sebut uang beredar di masyarakat dan menstimulasi swasta jika belanja tinggi.
  • Mendagri tegaskan belanja daerah komponen penting pertumbuhan ekonomi.
  • Pertumbuhan ekonomi juga ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan net ekspor.
  • Pemerintah daerah diminta perkuat daya beli masyarakat.
  • Pemerintah daerah diminta permudah investasi.
  • Pemerintah daerah diminta dorong pelaku usaha tingkatkan orientasi ekspor.
  • Pernyataan disampaikan Tito di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Tagar Terkait
#kemendagri#tito karnavian#mendagri#apbd#insentif fiskal#belanja daerah#evaluasi apbd
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.

Buka Sumber di Liputan6

Warta Terkini Lainnya