Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Positif

Pakai Masker Ini Bentuk Abu Vulkanik dari Dekat

Senin, 7 September 2026, 12:54 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

Warga di platform X membagikan video yang memperlihatkan bentuk abu vulkanik dari dekat untuk menunjukkan bahaya zat tersebut. Epidemolog Dicky Budiman menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung silika tajam seperti serpihan kaca yang dapat merusak mata, hidung, mulut, dan kulit, mulai dari kemerahan hingga konjungtivitis pada mata. Paparan pada saluran pernapasan dapat menyebabkan iritasi, batuk kering, dan sesak dada, dengan gejala yang memburuk pada penderita asma atau bronkitis kronis.

Poin-Poin Utama

  • Warga di platform X membagikan video yang menunjukkan bahaya abu vulkanik bagi mata dan pernapasan.
  • Epidemolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menjelaskan bahaya abu vulkanik bagi tubuh.
  • Dicky menyampaikan penjelasannya di Jakarta pada Ahad, 6 September 2026.
  • Abu vulkanik mengandung silika yang bentuknya menyerupai serpihan kaca tajam.
  • Silika dalam abu vulkanik dapat merusak organ yang terkena, termasuk mata, hidung, mulut, dan kulit.
  • Paparan abu vulkanik pada mata dapat menyebabkan kemerahan, perih, berair, dan sensitif terhadap cahaya.
  • Abu vulkanik juga dapat menimbulkan luka goresan pada mata.
  • Mata yang terpapar abu vulkanik berisiko mengalami peradangan konjungtivitis dengan gejala kemerahan, rasa terbakar, dan fotosensitivitas.
  • Paparan abu vulkanik pada saluran pernapasan dapat menyebabkan iritasi hidung dan tenggorokan, pilek, serta batuk kering.
  • Paparan tinggi abu vulkanik dapat menyebabkan sesak atau nyeri di dada.
  • Penderita asma atau bronkitis kronis mengalami gejala yang lebih berat, seperti batuk berdahak, napas berbunyi, dan mengi.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#kesehatan#dailynews#republika#cekrepublikaaja#republikaofficial#abuvulkanik#dicky budiman
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya