Purbaya Yudhi Sadewa Respons Rencana Pramono Anung Terbitkan Bond DKI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons rencana Gubernur DKI Pramono Anung menerbitkan obligasi daerah senilai Rp5,2 triliun dengan mempertanyakan motif di balik langkah tersebut dan menegaskan perlunya kalkulasi matang atas kebutuhan utang. Purbaya menyatakan belum mempelajari regulasi teknis terkait dan menilai izin spesifik kemungkinan tidak diperlukan, namun meminta Pemprov DKI tetap berhati-hati. Di sisi lain, Pramono tetap pada pendiriannya untuk menerbitkan bond guna mendanai proyek pembangunan di Jakarta, meski sebelumnya Purbaya menyarankan skema pinjaman melalui PT SMI sebagai alternatif.
Poin-Poin Utama
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons rencana Gubernur DKI Pramono Anung menerbitkan obligasi daerah.
- Nilai obligasi daerah yang direncanakan sebesar Rp5,2 triliun.
- Purbaya mempertanyakan motif Pramono terhadap pemerintah pusat.
- Purbaya mempertanyakan apakah penerbitan obligasi DKI memerlukan izin pusat.
- Obligasi daerah merupakan wewenang pemerintah daerah.
- Purbaya minta Pemprov DKI kalkulasi matang kebutuhan pembiayaan sebelum menambah utang.
- Penyaluran Dana Bagi Hasil disesuaikan dengan kapasitas dan kondisi keuangan pemerintah pusat.
- Purbaya akan pelajari regulasi terkait rencana obligasi DKI.
- Purbaka menilai izin spesifik kemungkinan tidak diperlukan tapi harus hati-hati.
- Gubernur DKI Pramono Anung tetap melaju dengan rencana penerbitan obligasi Rp5,2 triliun.
- Dana obligasi diproyeksikan untuk dukung proyek pembangunan di Jakarta.
- Purbaya menyarankan skema pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
- Pramono tetap pada pendiriannya meskipun ada saran Purbaya.
- Pramono menyatakan terbuka terhadap masukan Menteri Keuangan.
- Respons Purbaya diberikan di Kompleks Parlemen Senayan pada Senin (7/9).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.