Ketika Budaya dan Sains Menyatu: Menyibak Fisika Paud dalam Eksperimen Etnosains Sumba di Bumi Marapu
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Stella Maris Sumba menerapkan pembelajaran sains berbasis etnosains di KB Horeb, Desa Wee Londa, Sumba Barat Daya, dengan memanfaatkan benda budaya lokal seperti Rumah Adat Sumba, gasing, kain tenun, dan tempurung kelapa untuk mengenalkan konsep fisika (keseimbangan, gerak rotasi, kapilaritas, gaya gesek) kepada anak usia dini. Pendekatan ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan fasilitas di daerah 3T, yang membuat pembelajaran sains di PAUD masih dianggap sebagai kegiatan yang membutuhkan alat khusus dan ruang laboratorium, padahal anak usia dini belajar melalui pengalaman konkret. Program yang didukung Hibah DPPM Kemenristekdikti tahun 2026 ini mendampingi lima guru PAUD untuk melihat lingkungan sekitar sebagai sumber belajar saintifik yang hidup, sehingga sains tidak dipandang jauh dari kehidupan sehari-hari melainkan menyatu dengan budaya Sumba sendiri.
Poin-Poin Utama
- Tim PkM Universitas Stella Maris Sumba menerima Hibah DPPM Kemenristekdikti tahun 2026.
- Program berlangsung di KB Horeb, Desa Wee Londa, Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya.
- Tim pelaksana terdiri dari Rambu Ririnsia Harra Hau (ketua), Bewa Dangu Soleman Renda Bili, dan 2 mahasiswa.
- Tim mendampingi lima guru PAUD dalam mengembangkan pembelajaran etnosains.
- Pendekatan etnosains menghubungkan budaya lokal Sumba dengan konsep fisika untuk anak usia dini.
- Rumah Adat Sumba digunakan untuk memperkenalkan konsep keseimbangan dan pembebanan.
- Gasing tradisional digunakan untuk memperkenalkan konsep gerak rotasi dan gaya putar.
- Kain Tenun Ikat dengan pewarna alami kunyit atau dedaunan digunakan untuk mengenalkan kapilaritas.
- Permainan tempurung kelapa digunakan untuk memperlihatkan perbedaan gaya gesek pada permukaan tertentu.
- Sumba Barat Daya termasuk kategori daerah 3T dengan fasilitas pembelajaran terbatas.
- Pembelajaran sains di PAUD umumnya dipersepsikan membutuhkan alat khusus dan ruang laboratorium.
- Metode pembelajaran yang diterapkan mengandalkan pengalaman konkret melalui sentuhan, pengamatan, dan percobaan anak.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.