Tertahan di Soetta, Ben Gagal Antar Ibunya ke Peristirahatan Terakhir
Hatta dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, sehingga ia harus bertahan dan menginap di area bandara tanpa keluarga atau kenalan. Bandara mencatat 624 rencana penerbangan terdampak dengan sekitar 75.236 penumpang pada Senin (7/9/2026), dan penutupan sementara bandara diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB tanpa kepastian jadwal keberangkatan. Pihak bandara mengaktifkan Service Recovery Action untuk menangani penumpang terdampak, sementara Ben mengaku belum menerima kompensasi dari maskapai.
Poin-Poin Utama
- Ben terjebak di Bandara Soekarno-Hatta sejak Sabtu (5/9/2026) sore setelah penerbangan ke Sumba, NTT, dibatalkan.
- Pembatalan terjadi akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Ben terbang dari Palangkaraya untuk menghadiri pemakaman ibunya yang dijadwalkan pada Senin (7/9/2026).
- Tiket pesawat yang dibeli Ben bernilai Rp 4,3 juta.
- Ben tidak memiliki keluarga atau kenalan di Tangerang sehingga menginap di area Bandara Soekarno-Hatta.
- Maskapai belum memberikan kompensasi kepada Ben.
- Maskapai belum memberikan jadwal keberangkatan baru kepada Ben.
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat 624 rencana penerbangan terdampak pada Senin (7/9/2026).
- Rincian terdampak: 461 penerbangan domestik, 156 internasional, dan 7 kargo.
- Jumlah penumpang terdampak tercatat sekitar 75.236 orang.
- Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB berdasarkan NOTAM terakhir.
- Garuda Indonesia Group mengumumkan tidak ada penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (7/9/2026).
- Bandara mengaktifkan Service Recovery Action (SRA) untuk penumpang terdampak.
- Fasilitas SRA mencakup makanan, minuman ringan, bus antar terminal, dan area istirahat tambahan seperti employee lounge.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.