Dampak Bencana Beruntun, Mentan Pastikan belum Ada Kerusakan Lahan Pertanian
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan belum ada laporan kerusakan lahan pertanian akibat bencana beruntun di Indonesia, termasuk erupsi Gunung Anak Krakatau, karhutla di Kalimantan, dan gempa di NTT. Ia menyebut abu vulkanik berpotensi menyuburkan tanah dan menjamin erupsi tersebut tidak akan mengganggu stabilitas pasokan pangan nasional. Kementerian Pertanian masih memantau situasi lapangan di wilayah terdampak seperti Lampung, Jawa Barat, dan Banten.
Poin-Poin Utama
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan belum menerima laporan kerusakan lahan pertanian akibat bencana alam di Indonesia.
- Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (7/9/2026) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.
- Amran menyebutkan abu vulkanik dari erupsi gunung api berpotensi menyuburkan tanah dalam jangka panjang.
- Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu bencana yang dikonfirmasi tidak merusak lahan pertanian.
- Mentan berharap sebaran abu vulkanik tidak merusak lahan pertanian di Provinsi Lampung, Jawa Barat, dan Banten.
- Amran menjamin erupsi Gunung Anak Krakatau tidak akan mengganggu stabilitas pasokan pangan nasional.
- Mentan memastikan fenomena erupsi tersebut tidak akan memicu kelangkaan komoditas pangan di pasar.
- Belum ada laporan kerusakan lahan pertanian akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
- Kebakaran hutan dan lahan saat ini masih melanda beberapa provinsi di Pulau Kalimantan.
- Belum ada laporan kerusakan lahan pertanian akibat gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
- Kementerian Pertanian masih memantau situasi di lapangan terkait dampak pascabencana.
- Kementerian Pertanian belum mencatat adanya kerusakan signifikan pada sektor pertanian di wilayah terdampak.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.