Mentan Turunkan Tim Ahli Tangani Kaji Gejala Bangkalan Durian Sulteng
Kementerian Pertanian menurunkan tim ahli lintas lembaga untuk mengkaji gejala bangkalan pada tanaman durian di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, guna merumuskan rekomendasi penanganan yang tepat. Hasil pengamatan awal menunjukkan gejala tersebut terkait gangguan fisiologis tanaman pada fase berbuah, dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara serta kondisi tanah masam yang menghambat penyerapan nutrisi. Tim gabungan juga mengambil sampel tanah, daun, dan buah untuk pengujian laboratorium sebagai dasar rekomendasi pemupukan, kesuburan tanah, dan pengelolaan lahan.
Poin-Poin Utama
- Kementerian Pertanian menurunkan tim ahli lintas lembaga untuk menanggulangi gejala bangkalan pada tanaman durian di Sulawesi Tengah.
- Tim mengkaji gejala bangkalan yang ditemukan di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.
- Penyakit bangkalan menyebabkan buah durian jatuh sebelum matang dan menurunkan produksi.
- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengeluarkan arahan setelah menerima aspirasi petani durian Sulawesi Tengah saat kunjungan kerja di Palu.
- Amran menyatakan biaya tim ahli ditanggung negara melalui kutipan 'Negara yang biayai.'
- Arahan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-45 dan Wisuda Universitas Tadulako periode ke-138 di Palu, Kamis (20/8).
- Amran kembali menyampaikan komitmen penurunan tim pada keterangan tertulis Kamis (10/9/2026).
- Tim gabungan terdiri dari Kementan, BRIN, pemerintah daerah, dinas pertanian Sulawesi Tengah/Parigi Moutong/Poso, BKHIT, BRIDA, UPT Proteksi, Universitas Tadulako, Universitas Alkhairaat, POPT, PPL, dan AKDI.
- Direktur Perlindungan Hortikultura Kementan Leli Nuryati menegaskan pendampingan petani hingga ditemukan langkah penanganan tepat.
- Kajian lapangan mencakup aspek nutrisi tanaman dan pH tanah, dengan fokus pada tanah masam yang menghambat penyerapan unsur hara.
- Gejala bangkalan meliputi buah gugur pada tingkat ketuaan 60-80%, daging buah mengkal, aroma berkurang, rasa hambar, dan warna buah pucat.
- Tim menduga gejala berkaitan dengan gangguan fisiologis pada fase berbuah terkait ketersediaan dan keseimbangan unsur hara makro dan mikro.
- Tim mengambil sampel tanah, daun, dan buah dari tanaman sehat maupun bergejala untuk pengujian laboratorium.
- Peneliti BRIN Farihul Ihsan menyatakan rekomendasi penanganan harus berdasarkan pengamatan lapangan dan data uji laboratorium.
- Hasil pengamatan lapangan dan uji laboratorium akan menjadi dasar rekomendasi terkait pemupukan, kesuburan tanah, dan pengelolaan lahan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.